Ungkap Empat Kasus Narkoba Selama 8 Hari
BONDOWOSO, www.jejakkasus.info - Operasi Tumpas Narkoba Semeru 2016, setidaknya ada empat kasus narkoba berhasil terungkap oleh Satnarkoba Polres Bondowoso. Jumlah tersebut setidaknya masih kurang dari target 5 hingga 10 kasus karena pemberantasan narkoba jadi antensi Polda Jatim.
Kasat Narkoba AKP Amin Sujandono mengatakan perang terhadap narkoba terus dilakukan oleh jajaran kepolisian, tak terkeculali di Bondowoso. Operasi tumpas narkoba dimulai 4 sampai 15 Febuari untuk Bondowoso di targetkan antara 5 sampai 10 kasus. Sampai sekarang, kata dia, sudah ada empat kasus yang berhasil di ungkap dan ada lima tersangka.
Kasus pertama pada Kamis 4 Febuari berhasil ungkap peredaran pil koplo. Hasil ungkap obat keras di dekat SPBU Badean tersebut, mendapatkan informasi tambahan peredaran pil dextro yang disalah gunakan tersebut. Tanpa basa-basi, sore dan malam hari langsung ungkap pengedar pil koplo. “Jadi pada hari itu, ada tiga kasus yang berhasil kami ungkap,” ujarnya.
Sementara untuk ungkap ke empat, pada senin 8 Febuari. Pria asal Malang ini, meringkus pengedar sabu Teguh Wicaksono warga Jalan Mayjen Sutoyo yang diringkus di Jalan Zainal Arifin, Badean. Barang bukti sabu seberat 0,24 gram yang dibungkus plastik klib, serta satu buah handphone dan uang Rp 850 ribu sudah diamankan. Lanjut Amin, untuk Teguh Wicaksono sendiri adalah residivis yang pernah merasakan hukuman di balik jeruji besi. “Menurut informasi setelah keluar dari tahanan. Teguh berhenti, mungkin karena teman-temanya masih sama dan kembali terpengaruh,” katanya.
Sebagai daerah yang tergolong sepi, sudah pasti ungkap narkoba tidak sebesar kota besar seperti Surabaya, dan Malang. Terlebih lagi, di kota Gerbong Maut ini tidak ada hiburan malam seperti diskotik atau pub. “Kalau ada tempat hiburan malam. Yang masuk-masuk itu saja, diawasi. Peredaran narkoba juga tak jauh dari itu,” ucapnya.
Sementara untuk pengedar narkoba di Bondowoso, masih kelas teri. Obat-obatan terlarang tersebut juga dari luar Bondowoso. Berdasarkan penyidikan untuk pemakai pil koplo hampir rata-rata anak muda di bawah usia 20 tahun. Pemakaian obat yang digunakan tersebut, penyebabnya adalah pergaulan. Jadi, remaja yang konsumsi obat tersebut pemikiranya agar lebih keren dan jantan.
Berdasarkan data perbandingan narkoba 2014-2015 Untuk kasus narkoba, berhasil ditekan dengan penurunan kasus. Dimana tahun 2014 ada 43 kasus narkoba, sendangkan 2015 ada 37 kasus artinya turun enam kasus narkoba. Untuk barang bukti, tahun 2014 ada 2,23 gram ganja, sabu ada 3,35 gram, pil koplo 8.134 butir. Sementara 2015, ganja 1,56 gram, sahabu 5,3 gram sedangkan pil koplo meningkat menjadi 16.677 butir.
Beliau mengaku untuk ungkap narkoba memang paling banyak di Kecamatan Kota. Kedepan, Satnarkoba mulai menyisir daerah pengiran kota dan kecamatan satelit.( yus/yud ).
Kasat Narkoba AKP Amin Sujandono mengatakan perang terhadap narkoba terus dilakukan oleh jajaran kepolisian, tak terkeculali di Bondowoso. Operasi tumpas narkoba dimulai 4 sampai 15 Febuari untuk Bondowoso di targetkan antara 5 sampai 10 kasus. Sampai sekarang, kata dia, sudah ada empat kasus yang berhasil di ungkap dan ada lima tersangka.
Kasus pertama pada Kamis 4 Febuari berhasil ungkap peredaran pil koplo. Hasil ungkap obat keras di dekat SPBU Badean tersebut, mendapatkan informasi tambahan peredaran pil dextro yang disalah gunakan tersebut. Tanpa basa-basi, sore dan malam hari langsung ungkap pengedar pil koplo. “Jadi pada hari itu, ada tiga kasus yang berhasil kami ungkap,” ujarnya.
Sementara untuk ungkap ke empat, pada senin 8 Febuari. Pria asal Malang ini, meringkus pengedar sabu Teguh Wicaksono warga Jalan Mayjen Sutoyo yang diringkus di Jalan Zainal Arifin, Badean. Barang bukti sabu seberat 0,24 gram yang dibungkus plastik klib, serta satu buah handphone dan uang Rp 850 ribu sudah diamankan. Lanjut Amin, untuk Teguh Wicaksono sendiri adalah residivis yang pernah merasakan hukuman di balik jeruji besi. “Menurut informasi setelah keluar dari tahanan. Teguh berhenti, mungkin karena teman-temanya masih sama dan kembali terpengaruh,” katanya.
Sebagai daerah yang tergolong sepi, sudah pasti ungkap narkoba tidak sebesar kota besar seperti Surabaya, dan Malang. Terlebih lagi, di kota Gerbong Maut ini tidak ada hiburan malam seperti diskotik atau pub. “Kalau ada tempat hiburan malam. Yang masuk-masuk itu saja, diawasi. Peredaran narkoba juga tak jauh dari itu,” ucapnya.
Sementara untuk pengedar narkoba di Bondowoso, masih kelas teri. Obat-obatan terlarang tersebut juga dari luar Bondowoso. Berdasarkan penyidikan untuk pemakai pil koplo hampir rata-rata anak muda di bawah usia 20 tahun. Pemakaian obat yang digunakan tersebut, penyebabnya adalah pergaulan. Jadi, remaja yang konsumsi obat tersebut pemikiranya agar lebih keren dan jantan.
Berdasarkan data perbandingan narkoba 2014-2015 Untuk kasus narkoba, berhasil ditekan dengan penurunan kasus. Dimana tahun 2014 ada 43 kasus narkoba, sendangkan 2015 ada 37 kasus artinya turun enam kasus narkoba. Untuk barang bukti, tahun 2014 ada 2,23 gram ganja, sabu ada 3,35 gram, pil koplo 8.134 butir. Sementara 2015, ganja 1,56 gram, sahabu 5,3 gram sedangkan pil koplo meningkat menjadi 16.677 butir.
Beliau mengaku untuk ungkap narkoba memang paling banyak di Kecamatan Kota. Kedepan, Satnarkoba mulai menyisir daerah pengiran kota dan kecamatan satelit.( yus/yud ).
0 Response to "Ungkap Empat Kasus Narkoba Selama 8 Hari"
Post a Comment