-->

Tiap Malam Jumat Makam Sunan Gunung Jati Di Padati Peziarah Untuk Mendapatkan Barokah Dan Kebaikan      

Cirebon, www.jejakkasus.info - Ziarah ke makam Wali-Wali Allah SWT, penyebar agama Islam di pulau Jawa sudah sejak dahulu menjadi aktivitas yang dilakukan oleh masyarakat Jawa. Ziarah bahkan menjadi salah satu kegiatan yang sudah menjadi agenda tersendiri dalam memenuhi kegiatan keagamaannya. Ziarah sebagai penghormatan terhadap leluhur, dilakukan juga ziarah ke makam-makam tua, tempat para tokoh-tokoh dimakamkan atau tempat keramat lainnya. Begitupun tradisi ziarah tiap malam Jumat ke makam Sunan Gunung Jati. Sunan Gunung Jati di kenal juga sebagai syarif Hidayatullah adalah putera dari Syekh Maulana Akbar yang berasal dari negeri Gujarat dan nyai Rara Santang salah seorang putri Prabu Siliwangi dari ibunda nyai Subang Larang. Komplek makam Sunan Gunung Jati terletak di Gunung Sembung berada dilintasan jalan Cirebon-Indramayu kurang lebih berjarak 4 km dari arah pusat kota Cirebon ke arah utara kabupaten Cirebon provinsi Jawa Barat. Sebagai salah seorang Wali penyebar agama Islam makam Sunan Gunung Jati selalu di padati oleh para peziarah dari berbagai daerah tidak hanya masyarakat Cirebon tetapi dari seluruh wilayah Indonesia bahkan  kaum muslim dari mancanegara. Memasuki area pemakaman Sunan Gunung Jati dari jalan utama peziarah melalui barisan toko dan kios-kios yang menjual aneka ragam kebutuhan peziarah seperti kembang tujuh rupa, minyak wangi dan kemenyan, disamping itu juga toko dan kios-kios juga menyediakan aneka kelengkapan ibadah mulai dari peci, baju koko, sarung, tasbih dan Alquran serta aneka suvenir dan makanan khas Cirebon Jawa Barat.  Jika akan memasuki komplek pemakaman peziarah akan melewati gerbang gapura utama yang tersusun dari tatanan bata merah yang berdiri kokoh dan tambun. Tepat di belakang gapura inilah berjejer para peminta sedekah yang membawa wadah  penampung uang sumbangan seperti kotak amal dan baskom dari tembaga. Menurut salah seorang Abdi Dalem Sultan Cirebon yang mengurusi komplek makam Sunan Gunung Jati yang tidak mau disebutkan namanya kepada Jejak Kasus di komplek pemakaman Sunan Gunung Jati, Kamis malam (11/08) mengatakan sebenarnya ada 9 pintu selepas gapura utama, 9 pintu itu masing-masing membedakan tingkatan area makam. Peziarah hanya dibatasi hingga didepan pintu ke 5 yang bernama Pintu Pasujudan,"Di depan Pintu Pasujudan tempat para peziarah berkumpul memanjatkan doa dan tahlil," ucapnya. Ditambahkannya antara tempat tempat Pasujudan dengan komplek pemakaman dibatasi pintu yang terkunci rapat dan hanya bisa dimasuki oleh Sultan Cirebon, kerabat Keraton Cirebon dan Abdi Dalem. Masih menurut Dia di sisi kanan dan kiri Pintu Pasujudan terdapat beberapa tempat air berupa gentong  yang berisi air suci untuk berwudhu,"Para peziarah dapat meminum air suci tersebut dan boleh diwadahi botol air mineral atau kantong plastik untuk dibawa pulang sebagai oleh-oleh peziarah," ujarnya. Sementara itu di tempat yang sama salah seorang peziarah Roni (28) mengatakan setiap malam Jumat apalagi malam Jumat Kliwon Makam Sunan Gunung Jati padat dikunjungi oleh peziarah, sebelum  melakukan Tahlil tepat pukul 12 malam peziarah berwudhu terlebih dahulu agar bersih dari segala kotoran dan najis, bahkan ada peziarah melakukan mandi terlebih dahulu di Sumur Pitu,"Tahlil di Makam Sunan Gunung Jati bagi masyarakat yang percaya bisa mendapatkan barokah, mencari kebaikan seperti minta dagangan dilariskan, dilancarkan rezekinya, awet muda , pikiran tenang dan lain sebagainya," ucap Kepala Perwakilan Jawa Barat PT.PRIA SAKTI ini menutup perbincangan. (Erdan JK Jabar)

0 Response to "Tiap Malam Jumat Makam Sunan Gunung Jati Di Padati Peziarah Untuk Mendapatkan Barokah Dan Kebaikan      "

Iklan Atas Artikel

Iklan Tengah Artikel 1

Iklan Tengah Artikel 2

Iklan Bawah Artikel