DINAS BINA MARGA DIDUGA TELURKAN PROYEK PENGASPALAN HOTMIX SILUMAN
Indramayu, www.jejakkasus.info - Pekerjaan pengaspalan hotmix Siluman Yang Lokasinya berada di Desa Bugis Kecamatan Anjatan kabupaten Indramayu. ternyata pekerjaannya berasal dari Dinas Bina Marga yang dikerjakan oleh pengesub kontraktor ( subkon ).dan sumber anggaran diduga dari dana aspirasi, dengan panjang jalan yang dikerjakan rata-rata 600 m, dengan bahu jalan rata- rata 3 m,pekerjaan tersebut diberikan dalam bentuk penunjukan langsung( juksung ). Pekerjaan itu di laksanakan oleh subkon,salah satunya yang menlaksanakan proyek tersebut yaitu Subkon H. Barudin. Sehingga sangat disayangkan dilokasi tidak terlihat papan Informasi proyek dan diduga pengerjaannya asal jadi.
Menurut beberapa penuturan nara sumber kepada Jejak Kasus,mengatakan. pemborong ini dalam pengerjaannya , disinyalir banyak melakukan kecurangan- kecurangan, ini akibat tidak ada pengawasan melekat ( WasKat ),dari pihak Dinas Bina Marga selama berlangsung dalam pengerjaan,sehingga dinilai memberi kesempatan kepada pemborong untuk berbuat curang,yang bertujuan untuk meraup keuntungan yang besar untuk dibagi bagi, tak peduli uang rakyat yang di hasilkan dari setoran pajak.
Akhirnya munculah pertanyaan bagi masyarakat ,apakah pihak Dinas Bina Marga main mata dengan pihak pemborong ? apakah karena dana pemangkasannya terlalu besar yang dilakukan oleh pemilik program? Sehingga dana yang di realisasikan tidak cukup kalau di kerjakan dengan cara jujur? Hal ini telah terbukti dari awal pengerjaan seperti : tidak di pasangnya papan anggaran,ini menandakan simbol ketidak transparanan ,yang bermaksud untuk melabuhi pengawasan masyarakat ( WasMas ). ungkap sumber .sabtu (5/11)
Lebih Lanjutnya “Dalam tekhnik pengerjaanya yang kami ketahui ,gelaran splite tidak maksimal, kebanyakan langsung timpa hotmix , sehingga hasilnya kelihatan tipisnya dan banyak benjolan –benjolan pada lahan yang di hotmik,kucuran aspal cair yang tidak rata/ tipis,operator mesin setum yang malas,yang menyebabkan hasil gilingan kurang maksimal dampaknya ketika di gelar hotmik amparan batu splite terangkat ke atas,kemudian pengerjaan clearing dan grubbing ( pembersihan badan jalan dan lapisan tanah atas ) tidak di kerjakan , sehingga kucuran aspal cair tidak melekat karena nempel di debu atau tanah,pekerjaan stripping ( pembentukan badan jalan ) tidak di kerjakan,sehingga bentuk badan jalan rata ( tidak nonggong nangkuyah) yang menyebabkan menjadi tempat pengantongan air di kala musim hujan ,sehingga diprediksi jalan tersebut cepat rusak dan Ketebalan hotmik rata –rata 0,5 cm,tidak sesuai apa yang di harapkan warga karena tipis.
Tambahnya lagi “ kami temukan di lapangan dalam pengerjaannya di tengarai melenceng dari bestek .harapan kami sebagai masyarakat ,kepada Intansi yang Terkait segera melakukan lnvestigasi terhadap proyek tersebut dan pejabat pembuat komitmen agar lebih selektif terhadap pemborong dan jangan asal tunjuk, bila perlu pemborong yang nakal jangan diberi proyek lagi, karena sudah menciderai kepercayaan pemerintah daerah maupun pemerintah desa yang sudah bersusah payah dalam membuat program demi membantu masyarakat khususnya pengguna jalan supaya bisa meningkatkan perekonomian dan kesejahteraan yang lebih layak.tutur sumber. Sementara. kasun Sur dari desa Bugis kecamatan Anjatan kabupaten indramayu. saat sedang berada di lokasi pekerjaan,ketika diajak bincang bincang. menuturkan “ Sepengetahuan saya waktu awal pengukuran saya bersama kuwu dan perangkat desa, bahwa Proyek ini merupakan proyek juksung , sumber anggaran dari aspirasi, berapah besar anggaranya tidak tahu,karena tidak di sebutkan, siapa pemborong dan pengawasnya saya tidak tahu juga. Paparnya. ( Casita R ).
Menurut beberapa penuturan nara sumber kepada Jejak Kasus,mengatakan. pemborong ini dalam pengerjaannya , disinyalir banyak melakukan kecurangan- kecurangan, ini akibat tidak ada pengawasan melekat ( WasKat ),dari pihak Dinas Bina Marga selama berlangsung dalam pengerjaan,sehingga dinilai memberi kesempatan kepada pemborong untuk berbuat curang,yang bertujuan untuk meraup keuntungan yang besar untuk dibagi bagi, tak peduli uang rakyat yang di hasilkan dari setoran pajak.
Akhirnya munculah pertanyaan bagi masyarakat ,apakah pihak Dinas Bina Marga main mata dengan pihak pemborong ? apakah karena dana pemangkasannya terlalu besar yang dilakukan oleh pemilik program? Sehingga dana yang di realisasikan tidak cukup kalau di kerjakan dengan cara jujur? Hal ini telah terbukti dari awal pengerjaan seperti : tidak di pasangnya papan anggaran,ini menandakan simbol ketidak transparanan ,yang bermaksud untuk melabuhi pengawasan masyarakat ( WasMas ). ungkap sumber .sabtu (5/11)
Lebih Lanjutnya “Dalam tekhnik pengerjaanya yang kami ketahui ,gelaran splite tidak maksimal, kebanyakan langsung timpa hotmix , sehingga hasilnya kelihatan tipisnya dan banyak benjolan –benjolan pada lahan yang di hotmik,kucuran aspal cair yang tidak rata/ tipis,operator mesin setum yang malas,yang menyebabkan hasil gilingan kurang maksimal dampaknya ketika di gelar hotmik amparan batu splite terangkat ke atas,kemudian pengerjaan clearing dan grubbing ( pembersihan badan jalan dan lapisan tanah atas ) tidak di kerjakan , sehingga kucuran aspal cair tidak melekat karena nempel di debu atau tanah,pekerjaan stripping ( pembentukan badan jalan ) tidak di kerjakan,sehingga bentuk badan jalan rata ( tidak nonggong nangkuyah) yang menyebabkan menjadi tempat pengantongan air di kala musim hujan ,sehingga diprediksi jalan tersebut cepat rusak dan Ketebalan hotmik rata –rata 0,5 cm,tidak sesuai apa yang di harapkan warga karena tipis.
Tambahnya lagi “ kami temukan di lapangan dalam pengerjaannya di tengarai melenceng dari bestek .harapan kami sebagai masyarakat ,kepada Intansi yang Terkait segera melakukan lnvestigasi terhadap proyek tersebut dan pejabat pembuat komitmen agar lebih selektif terhadap pemborong dan jangan asal tunjuk, bila perlu pemborong yang nakal jangan diberi proyek lagi, karena sudah menciderai kepercayaan pemerintah daerah maupun pemerintah desa yang sudah bersusah payah dalam membuat program demi membantu masyarakat khususnya pengguna jalan supaya bisa meningkatkan perekonomian dan kesejahteraan yang lebih layak.tutur sumber. Sementara. kasun Sur dari desa Bugis kecamatan Anjatan kabupaten indramayu. saat sedang berada di lokasi pekerjaan,ketika diajak bincang bincang. menuturkan “ Sepengetahuan saya waktu awal pengukuran saya bersama kuwu dan perangkat desa, bahwa Proyek ini merupakan proyek juksung , sumber anggaran dari aspirasi, berapah besar anggaranya tidak tahu,karena tidak di sebutkan, siapa pemborong dan pengawasnya saya tidak tahu juga. Paparnya. ( Casita R ).

0 Response to "DINAS BINA MARGA DIDUGA TELURKAN PROYEK PENGASPALAN HOTMIX SILUMAN"
Post a Comment