Kisruh Raskin, Walikota Akui Data Amburadul
Jejak Kasus, Kediri -Menenelusuri serta mendak lanjuti berita Raskin Kediri bulan Januari 2013 lalu, “BPS (Badan Pusat Statistik) masuk ke Kelurahan tanpa kulonowun, mereka tidak koordinasi dengan pihak Kelurahan. Akibatnya, banyak jatah raskin justru diberikan kepada keluarga yang semestinya tidak membutuhkan. Sedangkan warga miskin banyak yang tidak mendapat jatah,” ujar Walikota Samsul Ashar, Rabu (23/01/13).
Selama ini, BPS tidak melibatkan Pemkot Kediri dalam pendataan jumlah keluarga miskin. BPS juga tidak pernah melakukan klarifikasi kepada kepala kelurahan maupun RT. Sehingga seringkali data yang diperoleh BPS tidak sesuai kondisi di lapangan.
Lebih lanjut, Samsul mengakui adanya sistem pemerataan dalam pembagian raskin di masyarakat. Sehingga jatah raskin berkurang dari semestinya. Menurutnya pemerataan dilakukan ditingkat RT, untuk menghindari gejolak di masyarakat.
Kisruh pembagian beras miskin di Kota Kediri, hari hari ini terus mencuat. Kasus itu bahkan sedang ditangani polisi dengan memanggil sejumlah pejabat Pemkot Kediri dan petinggi Bulog Kediri, Tim Jejak Kasus bakal memonitoring kasus penyimpangan Raskin Kediri Kota. (JRW)
Selama ini, BPS tidak melibatkan Pemkot Kediri dalam pendataan jumlah keluarga miskin. BPS juga tidak pernah melakukan klarifikasi kepada kepala kelurahan maupun RT. Sehingga seringkali data yang diperoleh BPS tidak sesuai kondisi di lapangan.
Lebih lanjut, Samsul mengakui adanya sistem pemerataan dalam pembagian raskin di masyarakat. Sehingga jatah raskin berkurang dari semestinya. Menurutnya pemerataan dilakukan ditingkat RT, untuk menghindari gejolak di masyarakat.
Kisruh pembagian beras miskin di Kota Kediri, hari hari ini terus mencuat. Kasus itu bahkan sedang ditangani polisi dengan memanggil sejumlah pejabat Pemkot Kediri dan petinggi Bulog Kediri, Tim Jejak Kasus bakal memonitoring kasus penyimpangan Raskin Kediri Kota. (JRW)
0 Response to "Kisruh Raskin, Walikota Akui Data Amburadul"
Post a Comment