Belasan PSK Liar di Madiun Dirazia Petugas Gabungan
JEJAK KASUS, MADIUN - Sebanyak 15 Pekerja Seks Komersial (PSK) yang biasa mangkal di belakang Pasar Desa Muneng, Kecamatan Pilangkenceng, Kabupaten Madiun, Jawa Tumur, Sabtu (7/12/2013) malam, dirazia petugas gabungan Satpol PP Pemkab Madiun, Polisi, TNI AD dan Denpom.
Meski sebagian besar berusaha melarikan diri, belasan PSK yang biasa mangkal di jalur utama antar Provinsi di perbatasan Kabupaten Madiun dan Kecamatan Karangjati, Kabupaten Ngawi ini tak berkutik dari kejaran petugas gabungan. Tidak hanya berusaha melarikan diri, akan tetapi sebagian menyaru sebagai penjaga warung dan pembeli.
Sedangkan para hidung belang yang biasa menjadi langgaran belasan PSK itu, tidak ada yang ditangkap petugas. Mereka berhasil kabur sebelum petugas datang ke lokasi penggerebekan itu. Kontan saja, aksi kejar-kejaran antara petugas dan para PSK yang biasa mangkal di warung remang-remang yang ada di pinggir jalan itu tak bisa terelakkan lagi.
Kepala Satpol PP Pemkab Madiun, Agus Budi Wahyono mengatakan meski sebagian melarikan diri, menyaru sebagai penjaga warung dan sebagian lagi menyaruh sebagai pembeli tetap diamankan petugas gabungan dari Satpol PP Pemkab Madiun, Polsek Pilangkenceng, Polsek Mejayan, Koramil Pilangkenceng serta petugas Denpom Madiun itu.
Sebagain PSK yang lari tunggang langgang itu bersembunyi di belakang bangunan semi permanen warung remang-remang lokasi mangkalnya itu.
"Sebagian yang kondisi warungnya sepi, kami mendobrak kamar yang disektar-sekat di dalamnya. Hasilnya kami menemukan ada sejumlah PSK yang bersembunyi di kamar-kamar darurat dan belakang bangunan warung. Kalau pun mereka menyaruh sebagai pembeli dan penjaga warung tetap kami amankan kan sudah menjadi target kami cukup lama," terangnya, Sabtu (7/12/2013) malam.
Ia mengungkapkan, berdasarkan hasil pendataan, dari 15 PSK yang berhasil diamankan itu sebagian besar berasal dari luar Kabupaten Madiun. Mereka tidak hanya didata dan dibawa ke Kantor Satpol PP Pemkab Madiun, akan tetapi juga diberi pembinaan dan sebagian akan dipulangkan ke kampung halamannya.
"Sebagian masih kami periksa. Tetapi datanya kebanyakan mereka berasal dari Jombang, Nganjuk, Ngawi, dan Bojonegoro. Sebagian lagi berasal dari Cepu, Kabupaten Blora, Jawa Tengah. Kami tidak menemukan PSK dari Madiun. Kami menduga para PSK ini jebolan PSK di Jatim dan Jateng yang ditutup," terang Mantan Sekretaris Bakesbangpol Linmas Pemkab Madiun ini. [tri/pria sakti]
Meski sebagian besar berusaha melarikan diri, belasan PSK yang biasa mangkal di jalur utama antar Provinsi di perbatasan Kabupaten Madiun dan Kecamatan Karangjati, Kabupaten Ngawi ini tak berkutik dari kejaran petugas gabungan. Tidak hanya berusaha melarikan diri, akan tetapi sebagian menyaru sebagai penjaga warung dan pembeli.
Sedangkan para hidung belang yang biasa menjadi langgaran belasan PSK itu, tidak ada yang ditangkap petugas. Mereka berhasil kabur sebelum petugas datang ke lokasi penggerebekan itu. Kontan saja, aksi kejar-kejaran antara petugas dan para PSK yang biasa mangkal di warung remang-remang yang ada di pinggir jalan itu tak bisa terelakkan lagi.
Kepala Satpol PP Pemkab Madiun, Agus Budi Wahyono mengatakan meski sebagian melarikan diri, menyaru sebagai penjaga warung dan sebagian lagi menyaruh sebagai pembeli tetap diamankan petugas gabungan dari Satpol PP Pemkab Madiun, Polsek Pilangkenceng, Polsek Mejayan, Koramil Pilangkenceng serta petugas Denpom Madiun itu.
Sebagain PSK yang lari tunggang langgang itu bersembunyi di belakang bangunan semi permanen warung remang-remang lokasi mangkalnya itu.
"Sebagian yang kondisi warungnya sepi, kami mendobrak kamar yang disektar-sekat di dalamnya. Hasilnya kami menemukan ada sejumlah PSK yang bersembunyi di kamar-kamar darurat dan belakang bangunan warung. Kalau pun mereka menyaruh sebagai pembeli dan penjaga warung tetap kami amankan kan sudah menjadi target kami cukup lama," terangnya, Sabtu (7/12/2013) malam.
Ia mengungkapkan, berdasarkan hasil pendataan, dari 15 PSK yang berhasil diamankan itu sebagian besar berasal dari luar Kabupaten Madiun. Mereka tidak hanya didata dan dibawa ke Kantor Satpol PP Pemkab Madiun, akan tetapi juga diberi pembinaan dan sebagian akan dipulangkan ke kampung halamannya.
"Sebagian masih kami periksa. Tetapi datanya kebanyakan mereka berasal dari Jombang, Nganjuk, Ngawi, dan Bojonegoro. Sebagian lagi berasal dari Cepu, Kabupaten Blora, Jawa Tengah. Kami tidak menemukan PSK dari Madiun. Kami menduga para PSK ini jebolan PSK di Jatim dan Jateng yang ditutup," terang Mantan Sekretaris Bakesbangpol Linmas Pemkab Madiun ini. [tri/pria sakti]

0 Response to "Belasan PSK Liar di Madiun Dirazia Petugas Gabungan"
Post a Comment