-->

Di Banyuwangi Abadi Diduga Sebagai Sindikat Penipuan” Berkedok Perikutan CPNS

Diduga kuat oknum PNS Guru di bawah naungan Uptd Pendidikan Kecamatan Cluring Terlibat Dalam Perekruitan.
Banyuwangi, www.jejejakksus.info - Tak asing lagi di mata masyarakat Banyuwangi, Kasus Penipuan yang berdalih perekruitan CPNS, meski banyak yang telah di tindak dan di jerat hukum, namun tak menjadikan efek jera bagi para pelaku, karena ulahnya pun banyak warga menjadi korban uang hingga ratusan juta rupiah.

Seperti yang di alami oleh HONO,S 47 tahun, warga Dusun Sukodadi, Desa Sraten, Kecamatan Cluring, pada tahun 2009 yang lalu, berawal dari niat Hono yang sehari-hari bekerja sebagai petani berkeinginan untuk merubah nasibnya dan ingin mengikuti pendaftaran Calon pegawai negeri sipil (CPNS-red), rupanya keinginan Hono di ketahui oleh Abadi, seorang guru yang mengajar di salah satu sekolah dasar negeri di bawah naungan Uptd Pendidikan Kecamatan Cluring.

Kepada team Jejak Kasus, Hono mengaku bahwa niatnya untuk mendaftar CPNS itu di respon baik oleh Abadi yang memang masih ada hubungan Family dengan istri Abadi, saat itu Abadi menjanjikan hanya dengan biaya Rp.35 juta, bisa menjadikan Hono sebagai Pegawai Negeri Sipil(PNS-red).

Untuk meyakinkan Hono, melalui telephone Celullernya, Abadi memperkenalkan Hono dengan seorang temannya yang bernama Sulis, di katakan sebelumnya oleh Abadi bahwa Sulit seorang pegawai KPPN “Kantor Pelayanan Perbendaharaan Negara”Kota Surabaya, Hono sempat berbincang-bincang dengan Sulis via Hand Phone Abadi, dan akhirnya Hono percaya dengan penjelasan Sulis meski hanya via Telephone,  terjadilah kesepakatan, dan Hono menyiapkan segala sesuatu yang menjadi persyaratan untuk daftar CPNS yang di minta Sulis , termasuk juga menyerahkan uang yang mencapai hampir ratusan juta rupiah,
Terbukti pada tanggal 31 Agustus 2009 yang lalu, Hono bersama Abadi datang  ke Bank BRI unit Benculuk untuk men-Transfer uang kepada Sulis sebesar Rp.11 juta melalui nomor rekening BRI unit Pujon atas nama Widjianto, di jelaskan oleh Abadi saat itu (menurut Hono-red) uang Rp.11 juta itu sebagai uang pembayaran awal.

Selain ke nomor rekening Widjianto, Hono mengaku telah men-Transfer uang lagi ke Sulis juga melalui nomor rekening Widjianto dan juga nomor rekening Fatmawati, serta nomor rekening seseorang lagi yang bernama Kamaliyah BRI unit Martadinata-Malang, hingga bertahun-tahun tidak ada kabar dan kelanjutan tentang nasib Hono, uang yang hampir mencapai ratusan juta rupiah terlanjur melayang, PNS pun tidak di dapatkan, Hono mengaku telah beberapa kali menemui Abadi untuk meminta pertanggung jawaban, karena semua berawal dari Abadi yang memperkenalkan Hono dengan Sulis dan meyakinkan bahwa Sulis bisa menjadikan Hono sebagai PNS, namun Abadi tidak ada respon dan terkesan bertele-tele, jika permasalahannya tidak ada kejelasan, Hono akan segera meng-adukannya ke Polisi untuk mendapat kepastian Hukum, pungkasnya.

Sementara di tempat terpisah, kepada team Jejak Kasus, Abadi mengakuinya bahwa perkenalan Hono dengan Sulis lantaran dia, saat itu di akui Abadi memang telah menyampaikan kepada Hono bahwa Sulis adalah pegawai KPPN Surabaya, dan biasa membantu memasukkan ke PNS.

Dalam pantauan Jejak Kasus, dan di Konfirmasi Abadi mengaku tidak pernah mengenal Sulis sebelumnya, Abadi mengaku perkenalannya dengan Sulis melalui temannya yang bernama Kamaliyah, yang di akuinya adalah teman sekolahnya dulu, Kamaliyah tak lain adalah salah satu pemilik rekening yang beberapa kali menerima transferan dari Hono, ketika di tanya alamat dan keberadaan Kamaliyah, Abadi terkesan menutupi dan berbelit-belit, bahkan ketika di minta nomor hand phone Kamaliyah Abadi mengaku tidak punya karena sudah lama tidak kontak pungkasnya, menurut Abadi permasalahan Hono itu sudah tidak bisa di urus, karena beberapa bulan yang lalu sudah di SELESAIKAN di POLDA Jatim, jelas Abadi, saat di tangani oleh Polda itu, Sulis telah melarikan diri dari rumahnya termasuk juga.                                
Widjianto pemilik rekening yang beberapa kali juga menerima transferan uang dari Hono, skenario yang luar biasa, awalnya Abadi mengenalkan Hono dengan Sulis untuk mendapat kejelasan tentang CPNS, selanjutnya terkait uang, Hono di minta untuk men-Transfernya ke nomor Rekening Widjianto, Fatmawati dan  Kamaliyah, Hono mengaku tidak kenal dengan mereka, namun tetap berani transfer sejumlah uang hingga hampir ratusan juta rupiah karena saat itu Hono mengingat ada Abadi di dalamnya dan Honopun yakini tidak akan di tipu, jelasnya.

Hingga berita ini di tulis, belum ada kabar lagi dari Abadi yang berjanji untuk secepatnya mencarikan alamat dan nomor hand phone Kamaliyah selaku salah satu penerima uang dari Hono melalui rekening. (Bagus).

0 Response to "Di Banyuwangi Abadi Diduga Sebagai Sindikat Penipuan” Berkedok Perikutan CPNS"

Iklan Atas Artikel

Iklan Tengah Artikel 1

Iklan Tengah Artikel 2

Iklan Bawah Artikel