H. Zumi Zola Mendadak Lakukan Rapat Di RSUD Raden Mataher Jambi
JAMBI, www.jejakkasus.info - Gubernur Jambi H. Zumi Zola Zulkifli, S.TP. MA, rapat mendadak bersama Direktur dan SKPD terkait, di Ruang Pola Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) Raden Mataher berkaitan aksi unjuk rasa Karyawan RSUD yang tidak menerima uang jasa tiap bulan yang mereka terima tidak setimpal dengan pegawai spesialis. Sabtu (27-2-2016) Siang.
Berkaitan hal tersebut Gubernur Zumi Zola langsung kumpulkan SKPD dan perwakilan dari pegawai yang demo, untuk mendengarkan langsung permasalahan yang dikeluhkan para Pegawai RSUD tersebut.
Kepada rekan wartawan Zola menjelaskan, sebenarnya antara mereka Miskomonikasi yang kurang terbuka, " untuk itu kedepannya, saya minta komonikasi harus terbuka, terutama masalah jasanya, honornya dan segala macamnya harus terbuka " jelas Zola
Selain itu Zola juga menjelaskan sistim pembayaran " Kedepannya kita akan memberikan dan membayar mereka ini sesuai dengan kinerja mereka, nantinya ada nama pasien ada nama dokter yang menangani dan ada nama perawat, kita serahkan pada BPJS, nanti BPJS yang akan memberikan sofkofi kepada kita, ini merupakan pegangan kita bahwa dokter berkerja melayai pasean, jadi berdasar BPJS itulah kita bayar." sambungnya
Disamping itu Zola juga mengemungkakan, setelah dilantik menjadi Gubernur, pertama kali berkunjung kerumah sakit inilah, dan menjadi pertanyaan saya apakah tenaga honor dan PNS di RSUD Raden Mataher ini sesuai dengan kebutuhan atau kelebihan," Kalau kelebihan perlu diadakan rasionalisasi berdasarkan, kinerja, displin, rekomendasi dari dokter. Kalau kelebihan sudah pasti jadi beban." ungkapnya
Selain itu perwakilan dari pendemo minta kepada Gubernur Zumi Zola tidak menerima lagi pegawai pindahan dari Kabupaten/kota, karna pegawainya sudah terlalu banyak di RSUD Raden Mataher ini.
Selain itu Gubernur janji akan terus mengevaluasi kinerja SKPD yang ada " saya tidak melihat orangnya tapi saya melihat kinerjanya, kalau kerjanya bagus ya kita teruskan " ungkapnya
Dalam Aksinya pagi tadi Puluhan Pegawai tersebut menuntut pembagian insentif bpjs secara merata dan mengembalikan hak mereka seperti semula.
Salah seorang Pegawai RSUD mengatakan tuntutan mereka agar pihak manejemen Rumah Sakit untuk mengembalikan Insentif yang menjadi hak mereka seperti semula. “Ini tidak adil, insentif Dokter spesialis jauh berbeda dengan karyawan biasa,”serunya
Menurutnya, pembagian insentif dari BPJS yang dialokasikan pihak RSUD selama ini tidak sebanding dengan tenaga dan usaha yang dikeluarkannya. “Coba bayangkan Masa insentif buat Dokter Rp40 juta, Karyawan biasa Rp40 ribu, ini tidak adil,”jelasnya.
(ITA/HMS).
Berkaitan hal tersebut Gubernur Zumi Zola langsung kumpulkan SKPD dan perwakilan dari pegawai yang demo, untuk mendengarkan langsung permasalahan yang dikeluhkan para Pegawai RSUD tersebut.
Kepada rekan wartawan Zola menjelaskan, sebenarnya antara mereka Miskomonikasi yang kurang terbuka, " untuk itu kedepannya, saya minta komonikasi harus terbuka, terutama masalah jasanya, honornya dan segala macamnya harus terbuka " jelas Zola
Selain itu Zola juga menjelaskan sistim pembayaran " Kedepannya kita akan memberikan dan membayar mereka ini sesuai dengan kinerja mereka, nantinya ada nama pasien ada nama dokter yang menangani dan ada nama perawat, kita serahkan pada BPJS, nanti BPJS yang akan memberikan sofkofi kepada kita, ini merupakan pegangan kita bahwa dokter berkerja melayai pasean, jadi berdasar BPJS itulah kita bayar." sambungnya
Disamping itu Zola juga mengemungkakan, setelah dilantik menjadi Gubernur, pertama kali berkunjung kerumah sakit inilah, dan menjadi pertanyaan saya apakah tenaga honor dan PNS di RSUD Raden Mataher ini sesuai dengan kebutuhan atau kelebihan," Kalau kelebihan perlu diadakan rasionalisasi berdasarkan, kinerja, displin, rekomendasi dari dokter. Kalau kelebihan sudah pasti jadi beban." ungkapnya
Selain itu perwakilan dari pendemo minta kepada Gubernur Zumi Zola tidak menerima lagi pegawai pindahan dari Kabupaten/kota, karna pegawainya sudah terlalu banyak di RSUD Raden Mataher ini.
Selain itu Gubernur janji akan terus mengevaluasi kinerja SKPD yang ada " saya tidak melihat orangnya tapi saya melihat kinerjanya, kalau kerjanya bagus ya kita teruskan " ungkapnya
Dalam Aksinya pagi tadi Puluhan Pegawai tersebut menuntut pembagian insentif bpjs secara merata dan mengembalikan hak mereka seperti semula.
Salah seorang Pegawai RSUD mengatakan tuntutan mereka agar pihak manejemen Rumah Sakit untuk mengembalikan Insentif yang menjadi hak mereka seperti semula. “Ini tidak adil, insentif Dokter spesialis jauh berbeda dengan karyawan biasa,”serunya
Menurutnya, pembagian insentif dari BPJS yang dialokasikan pihak RSUD selama ini tidak sebanding dengan tenaga dan usaha yang dikeluarkannya. “Coba bayangkan Masa insentif buat Dokter Rp40 juta, Karyawan biasa Rp40 ribu, ini tidak adil,”jelasnya.
(ITA/HMS).

0 Response to "H. Zumi Zola Mendadak Lakukan Rapat Di RSUD Raden Mataher Jambi"
Post a Comment