PETANI INDRAMAYU HARAPKAN BANTUAN SUMUR DALAM ( P2AT )
Indramayu, www.jejakkasus.info - Masyarakat petani Hutan di Desa Sumbon Kecamatan Kroya Kabupaten Indramayu Provinsi Jawa Barat, Mengharapkan mendapatkan bantuan pompa sumur dalam melalui proyek pengembangan air tanah (P2AT) dari pemerintah setempat untuk pengairan 580 hektar lahan kering di desa tersebut.
"Jaringan pompa sumur dalam itu sangat diharap sekali agar bisa digunakan pada musim kemarau oleh para petani," kata Ketua LMDH Sri Mekar Ari Srikari.
Menurut dia, pompa sumur bor tersebut, nantinya diharapkan dapat dimanfaatkan untuk mengairi lahan kering seluas 580 hektar yang selama musim kemarau tidak bisa dimanfaatkan karena ketiadaan air.
Dia mengatakan, 580 hektar lahan tersebut, sepanjang tahun hanya berharap pada Air Hujan, sehingga hasil pertanian masyarakat di desa tersebut, sangat minim.
"Dengan adanya sumber air tersebut, maka warga petani di desa ini bisa memanfaatkannya untuk menanam, meskipun dalam musim kemarau," kata dia.
Dia mengatakan, ada sekitar 1100 orang petani yang memilik lahan pertanian di desa tersebut, 100 persen bergantung kepada pertanian tadah hujan.
"Kita punya banyak lahan tidur yang belum dimanfaatkan karena kesulitan air," kata dia.
Terkait Program pajale (padi, jagung kedelai), juga dimanfaatkan di dalam lahan tersebut, Ari Srikari mengaku, untuk program pajale tahun 2016 juga telah disiapkan oleh Dinas Pertanian dan Peternakan Kabupaten Indramayu yang bersumber dari bantuan pemerintah Pusat.
Dia menjelaskan, keberadaan sumur P2AT amat Sangat dibutuhkan oleh petani disini karena mereka semuanya memiliki lahan kering atau tadah hujan, Sumur P2AT dapat meningkatkan produktivitas pertanian sehingga petani dapat hidup lebih sejatra.
Menurut dia, kriteria untuk membangun sumur P2AT, diantaranya mempunyai potensi sumber air tanah pada kedalaman lebih dari 60 meter di bawah permukaan tanah dan merupakan lahan kering atau tadah hujan dan pada musim kemarau tidak terdapat sumber air permukaan seperti sungai, danau serta waduk dan tidak mencukupi kebutuhan .
Selain itu lokasi yang akan dijadikan sebagai tempat Sumur P2AT bukan merupakan lahan irigasi dan calon lokasi tidak direncanakan untuk pengembangan irigasi serta usaha tani yang dikembangkan mempunyai nilai ekonomi relatif tinggi dengan hasil jualnya dapat membiayai operasional P2AT.
Dia mengakui, salah satu hal yang paling sulit untuk mengadakan sumur P2AT, namun dirinya sebagai ketua LMDH Sri Mekar apabila Pemerintah mengabulkan keinginan petani, akan menjaminnya dengan berswadaya menjaganya karena keberadaan sumur P2AT amat sangat dibutuhkan oleh petani lahan kering atau tadah hujan.
" Kalau dapat bantuan Sumur P2AT Kita akan berupaya untuk menjaganya agar sumur tersebut bisa digunakan terus oleh petani," kata Ari Srikari Ketua LMDH Sri Mekar Desa Sumbon Kecamatan Kroya Kabupaten Indramayu.(jayas).
"Jaringan pompa sumur dalam itu sangat diharap sekali agar bisa digunakan pada musim kemarau oleh para petani," kata Ketua LMDH Sri Mekar Ari Srikari.
Menurut dia, pompa sumur bor tersebut, nantinya diharapkan dapat dimanfaatkan untuk mengairi lahan kering seluas 580 hektar yang selama musim kemarau tidak bisa dimanfaatkan karena ketiadaan air.
Dia mengatakan, 580 hektar lahan tersebut, sepanjang tahun hanya berharap pada Air Hujan, sehingga hasil pertanian masyarakat di desa tersebut, sangat minim.
"Dengan adanya sumber air tersebut, maka warga petani di desa ini bisa memanfaatkannya untuk menanam, meskipun dalam musim kemarau," kata dia.
Dia mengatakan, ada sekitar 1100 orang petani yang memilik lahan pertanian di desa tersebut, 100 persen bergantung kepada pertanian tadah hujan.
"Kita punya banyak lahan tidur yang belum dimanfaatkan karena kesulitan air," kata dia.
Terkait Program pajale (padi, jagung kedelai), juga dimanfaatkan di dalam lahan tersebut, Ari Srikari mengaku, untuk program pajale tahun 2016 juga telah disiapkan oleh Dinas Pertanian dan Peternakan Kabupaten Indramayu yang bersumber dari bantuan pemerintah Pusat.
Dia menjelaskan, keberadaan sumur P2AT amat Sangat dibutuhkan oleh petani disini karena mereka semuanya memiliki lahan kering atau tadah hujan, Sumur P2AT dapat meningkatkan produktivitas pertanian sehingga petani dapat hidup lebih sejatra.
Menurut dia, kriteria untuk membangun sumur P2AT, diantaranya mempunyai potensi sumber air tanah pada kedalaman lebih dari 60 meter di bawah permukaan tanah dan merupakan lahan kering atau tadah hujan dan pada musim kemarau tidak terdapat sumber air permukaan seperti sungai, danau serta waduk dan tidak mencukupi kebutuhan .
Selain itu lokasi yang akan dijadikan sebagai tempat Sumur P2AT bukan merupakan lahan irigasi dan calon lokasi tidak direncanakan untuk pengembangan irigasi serta usaha tani yang dikembangkan mempunyai nilai ekonomi relatif tinggi dengan hasil jualnya dapat membiayai operasional P2AT.
Dia mengakui, salah satu hal yang paling sulit untuk mengadakan sumur P2AT, namun dirinya sebagai ketua LMDH Sri Mekar apabila Pemerintah mengabulkan keinginan petani, akan menjaminnya dengan berswadaya menjaganya karena keberadaan sumur P2AT amat sangat dibutuhkan oleh petani lahan kering atau tadah hujan.
" Kalau dapat bantuan Sumur P2AT Kita akan berupaya untuk menjaganya agar sumur tersebut bisa digunakan terus oleh petani," kata Ari Srikari Ketua LMDH Sri Mekar Desa Sumbon Kecamatan Kroya Kabupaten Indramayu.(jayas).

0 Response to "PETANI INDRAMAYU HARAPKAN BANTUAN SUMUR DALAM ( P2AT )"
Post a Comment