Allah tidak akan menguji hambahnya di luar batas kemampuannya' di tulis Pria Sakti Pimpinan Pusat NGO HDIS sesui QS. (Al-Insyirah: 6).
Redaksi, www.jejakkasus.info - "Sesungguhnya sesudah kesulitan itu ada kemudahan." (QS. Al-Insyirah : 6)
Alah tidak pernah memberikan ujian kepada hamba-Nya jika IA tidak mengetahui batas kemapuan hamba-Nya tersebut. Ya, ALLAH itu MAHA TAHU akan segala ciptaan-Nya, baik itu yang ukurannya besar maupun yang terkecil sekalipun. Tidak satupun dari semua itu yang luput dari pandangan dan rencana-Nya.
Ingat semua masa-masa mudah dan sulit itu tidak akan bertahan lama. Pun rasa suka maupun duka akan menyelimuti hidup kita.
cobalah untuk tetap "biasa" saja. Tidak perlu kita merasa dengan "terlalu" karena segala sesuatu yang ke"terlalu"an hasilnya belum tentu akan baik. Merasa terlalu senang bisa berakibat sangat terpuruk saat ia jatuh. Terlalu sedih bisa berakibat sangat malu jika saat hal-hal baik yang malah mendekati. Makanya, "biasa" sajalah. :)
Saat kita menumpahkan setetes tinta ke dalam air di lautan yang luas, apakah akan ada pengaruh yang sangat besar yang terjadi pada air laut itu? Saat kita berteriak keras ketika hujan deras turun, apakah orang di seberang akan mendengar? Saat kita mencampurkan sejumput gula di tengah segentong kari akan membuat kari itu terasa sangat manis? Dan saat kita menumpahkan sambal di luar kebiasaan kita pada makanan yang sedang kita nikmati, apakah kita akan berhenti makan?
Bukankah suatu amanah dan kepercayaan dari orang lain tidak akan diberikan kepada kita jika bukan kita sendiri yang telah membuktikan pada mereka bahwa kita mampu melaksanakannya? Bukankah suatu pekerjaan tidak akan diserahkan kepada kita jika kita tidak memperlihatkan kinerja yang baik terhadap bidang keahlian kita? Dan bukankah ALLAH tidak akan menguji kita jika IA tidak menyayangi dan mengetahui kemampuan kita? Percayalah, semua itu dapat terjadi pada diri kita karena kitalah yang membuat semua itu mendekati diri kita. Kepercayaan, amanah dan tanggung jawab dari orang lain akan mengarah pada kita jika kita sendiri yang telah "memantaskan" diri kita untuk mendapatkan semua itu. Percayalah, hanya orang-orang hebat dan terpilih sajalah yang dapat menerima semua itu. Dan yakinlah jika kita berhasil melewati semua itu maka kita telah melewati lagi satu masa dalam hidup kita dengan sangat hebat.
Percayalah pada diri kita sendiri. Percayalah bahwa kita dapat melalui semua itu. Yakinlah bahwa kita memang pantas menerima segala amanah tersebut. Yakinilah diri kita bahwa kita bisa. (Aby www.jejakkasus.info).
Alah tidak pernah memberikan ujian kepada hamba-Nya jika IA tidak mengetahui batas kemapuan hamba-Nya tersebut. Ya, ALLAH itu MAHA TAHU akan segala ciptaan-Nya, baik itu yang ukurannya besar maupun yang terkecil sekalipun. Tidak satupun dari semua itu yang luput dari pandangan dan rencana-Nya.
Ingat semua masa-masa mudah dan sulit itu tidak akan bertahan lama. Pun rasa suka maupun duka akan menyelimuti hidup kita.
cobalah untuk tetap "biasa" saja. Tidak perlu kita merasa dengan "terlalu" karena segala sesuatu yang ke"terlalu"an hasilnya belum tentu akan baik. Merasa terlalu senang bisa berakibat sangat terpuruk saat ia jatuh. Terlalu sedih bisa berakibat sangat malu jika saat hal-hal baik yang malah mendekati. Makanya, "biasa" sajalah. :)
Saat kita menumpahkan setetes tinta ke dalam air di lautan yang luas, apakah akan ada pengaruh yang sangat besar yang terjadi pada air laut itu? Saat kita berteriak keras ketika hujan deras turun, apakah orang di seberang akan mendengar? Saat kita mencampurkan sejumput gula di tengah segentong kari akan membuat kari itu terasa sangat manis? Dan saat kita menumpahkan sambal di luar kebiasaan kita pada makanan yang sedang kita nikmati, apakah kita akan berhenti makan?
Bukankah suatu amanah dan kepercayaan dari orang lain tidak akan diberikan kepada kita jika bukan kita sendiri yang telah membuktikan pada mereka bahwa kita mampu melaksanakannya? Bukankah suatu pekerjaan tidak akan diserahkan kepada kita jika kita tidak memperlihatkan kinerja yang baik terhadap bidang keahlian kita? Dan bukankah ALLAH tidak akan menguji kita jika IA tidak menyayangi dan mengetahui kemampuan kita? Percayalah, semua itu dapat terjadi pada diri kita karena kitalah yang membuat semua itu mendekati diri kita. Kepercayaan, amanah dan tanggung jawab dari orang lain akan mengarah pada kita jika kita sendiri yang telah "memantaskan" diri kita untuk mendapatkan semua itu. Percayalah, hanya orang-orang hebat dan terpilih sajalah yang dapat menerima semua itu. Dan yakinlah jika kita berhasil melewati semua itu maka kita telah melewati lagi satu masa dalam hidup kita dengan sangat hebat.
Percayalah pada diri kita sendiri. Percayalah bahwa kita dapat melalui semua itu. Yakinlah bahwa kita memang pantas menerima segala amanah tersebut. Yakinilah diri kita bahwa kita bisa. (Aby www.jejakkasus.info).

0 Response to "Allah tidak akan menguji hambahnya di luar batas kemampuannya' di tulis Pria Sakti Pimpinan Pusat NGO HDIS sesui QS. (Al-Insyirah: 6)."
Post a Comment