-->

RPJMD Tanah Datar dimusrenbangkan

Tanah Datar, www.jejakkasus.info - Tahapan penyusunan Rancangan Awal RPJMD sebagai pijakan dan pedoman pembangunan 5 (lima) tahun ke depan telah memasuki tahapan Musrenbang dengan agenda penyampaian materi oleh beberapa narasumber dan diskusi kelompok.
Musrenbang Rancangan Awal RPJMD Kabupaten Tanah Datar tahun 2016-2021 ini dibuka oleh Bupati Tanah Datar Irdinansyah Tarmizi di Gedung Nasional Suri Maharajo Dirajo Batusangkar, Senin (30/5).
Acara yang dihadiri berbagai kalangan dan pemangku kepentingan ini terasa spesial, 2 tokoh nasional bertindak selaku keynote speaker di samping beberapa pakar lain dari berbagai bidang yang semuanya putra Tanah Datar dengan pengalaman dan keahlian yang tidak diragukan lagi.
Jika sebelumnya 5 pakar dari berbagai latar belakang keahlian asal Tanah Datar yang turut menyumbang saran dan pemikirannya untuk merancang tahapan pembangunan berikutnya di antaranya Prof. Musliar Kasim, Prof. Nurhayati Hakim, Prof. Jayusman, Prof. Irwandi dan DR. Siti Fatimah.
Kali ini tampil Dr. Adrinof Chaniago dan Prof. dr. Fasli Djalal menyoroti berbagai isu strategis untuk mewujudkan Tanah Datar sesuai dengan visi dan misi Bupati dan Wakil Bupati.
Andrinof Chaniago yang pernah menjabat Menteri Perencanaan Pembangunan/Kepala Bappenas menitikberatkan hakikat pembangunan adalah untuk meningkatkan kualitas manusia dan kualitas hidup bermasyarakat.
Putra Sumpur Tanah Datar ini berpendapat pembangunan yang digenjot di berbagai bidang seharusnya pembangunan yang tidak semata membangun manusia sebagai individu tetapi manusia sebagai makhluk sosial.
Hal ini dikemukakannya berdasarkan pengamatan beliau, saat ini pembangunan fisik dan pembangunan sumberdaya manusia sudah dilaksanakan tetapi ada kecenderungan penurunan nilai-nilai sosial di tengah-tengah masyarakat dan ini dibuktikan meningkatkannya rasa individualisme, egoisme dan mulai hilang nilai gotong royong, kepedulian sesama dan lainnya.
“Ini perlu menjadi perhatian kita bersama, Tanah Datar harusnya dibangun dengan nilai-nilai adat, budaya dan agama yang mengakar di ranah Luhak Nan Tuo iniâ€, tegas Andrinof yang pernah masih tim penyusun Visi Indonesia 2033.
Andrinof yang juga akademisi, peneliti dan pengamat kebijakan publik Indonesia saat ini menjabat Komisaris Utama Angkasa Pura I ini mengajak pemangku kepentingan di sektor pariwisata untuk lebih inovantif dan kreatif.
“Perlu menciptakan ide attractive yang bisa menarik wisatawan ke Tanah Datar, tidak hanya singgah tapi berlama-lama di Tanah Datarâ€, saran Andrinof.
Untuk Istano Basa Pagaruyung yang menjadi daya tarik utama Tanah Datar bisa diwujudkan kawasan wisata nginap di sekitar Istano, untuk itu perlu diberdayakan masyarakat setempat melalui pemberian keterampilan untuk menunjang pariwisata juga pemberian pembekalan perilaku pariwisata, seorang pelaku pariwisata harus tertib, ramah dan menyenangkan.
Di kesempatan itu juga Andrinof juga ingatkan untuk menghilang rasa cemburu dan iri antar wilayah terkait fokus pembangunan, jangan nantinya satu wilayah merasa cemburu tidak mendapat program pembangunan seperti daerah tetangga.
Untuk itu pembangunan dengan pendekatan wilayah bisa menggunakan produk jasa atau komoditas unggulan sebagai dasar misalnya pengembangan Itik Pitalah di Nagari Pitala,  Kerajinan Songket di Nagari Pandai Sikek, Buah Sawo di Nagari Sumpu, Ikan Bilih di Nagari salingka Danau Singkarak dan Kawasan Wisata Nginap di sekitar Istano Pagaruyung dan lainnya.
Prof. Fasli Djalal yang mengangkat tema Membangun Bangsa Berkualitas Dan Berdaya Saing Dengan Memanfaatkan Bonus Demografi dalam perspektif Peluang Kab Tanah Datar menyoroti perlu peningkatan kualitas sumber daya manusia dengan pembenahan sektor kesehatan dan sektor pendidikan.
“IPM Tanah Datar saat ini cukup baik dibanding kabupaten lain di Sumatera Barat namun jika dibandingkan dengan kota masih tertinggal dalam kisaran 10 digit. Menurut data terakhir yang dikeluarkan BPS, IPM Tanah Datar tahun 2014 di angka 68,51 sedangkan kota Bukittinggi 79,83.
Ini perlu kerja keras dan komitmen bersama antara pemangku kepentingan untuk melahirkan program/kegiatan yang mendukung terwujudnya masyarakat Tanah Datar yang sehat dan cerdas.
Fasli Jalal juga mengingatkan kualitas guru perlu menjadi perhatian, terutama guru kelas. “Guru kelas memegangkan peranan penting bisa berkembang atau tidaknya seorang peserta didik, Guru kelas yang kreatif dan komunikatif bisa memacu dan menggali potensi anak dengan baikâ€, tuturnya.
Sementara Bupati Irdinansyah dalam sambutannya menginginkan, program pembangunan yang dilakukan lima tahun ke depan, berasal dari harapan dan keinginan segenap elemen masyarakat. Mereka, ucapnya, mesti dilibatkan sejak awal, sehingga dalam pelaksanaannya nanti, masyarakat bisa melakukan pengawasan dan memberi masukan penyempurnaan.
“Berbeda dengan penyusunan RPJMD sebelumnya, kali ini kita benar-benar mengikutsertakan segenap elemen masyarakat, baik yang bermukim di kampung halaman maupun perantauan. Semoga hasilnya bisa memenuhi harapan masyarakat Tanah Datar,†ujar Irdinansyah, Senin (30/1), dalam arahannya menjelang dimulainya Musrenbang RPJMD 2016-2021.
Kegiatan yang berlangsung hingga Selasa (31/5) ini, menghadirkan sejumlah pakar sebagai narasumber lainnya di antaranya Sekretaris Dirjen pada Kemenristek dan Dikti Prof. Jon Hendri, Komisaris PT. Garuda Indonesia Tbk Dony Oskaria , Prof. Raudha Thaib, Prof. Firman Hasan, DR. Erigas Eka Putra, Arkadius Dt. Intan Bano Wakil Ketua DPRD Sumatera Barat, Nelson Darwis SH Dt. Tungga Batuah dari unsur perantau. Yn/h.

0 Response to "RPJMD Tanah Datar dimusrenbangkan"

Iklan Atas Artikel

Iklan Tengah Artikel 1

Iklan Tengah Artikel 2

Iklan Bawah Artikel