Ratusan Siswa SD keracunan akibat diberikan obat azithromicin secara massif.
Serdang Bedagai, www.jejakkasus.info - Program pemerintah pusat untuk menangani adanya temuan penyakit frambusia (sejenis penyakit kulit), dikecamatan Tanjung Beringin Kabupaten serdang bedagai menuai kecemasan bagi orang tua siswa, pasalnya, ratusan pelajar yaitu SD 106856,102056,106219 serta MIS didesa nagur mengalami keracunan, kamis (25/8) setelah mengkonsumsi obat frambusia.
Obat Azithromicin yang diberikan secara massif oleh tim promosi kesehatan provinsi sumatera utara menimbulkan dampak buruk kepada ratusan pelajar sekolah dasar.
Diantaranya menderita pusing, mual dan muntah, bahkan salah seorang siswa M. Maulana kelas VI SD 102056 sempat pingsan saat diboyong ke puskesmas Tanjung Beringin.
Tablet salut selaput bernama Azithromicin itu diberikan kepada siswa SD berdasarkan kelas, jika siswa kelas I diberikan satu butir, kelas 3 diberikan 2 butir,sedangkan kelas VI diberikan 3 butir sekaligus serta secangkir air mineral.
Selang 15 menit, hampir seluruh pelajar merasakan pusing, mual dan muntah, akhirnya para guru dan orang tua membawa anak didik nya untuk diberikan pertolongan di puskesmas tanjung beringin.
Kepala Puskesmas Tanjung Beringin dr. Helma ningsih saat dikonformasi wartawan sepertinya tidak bersedia, bahkan para stafnya sepertinya dengan sengaja menyembunyikan oknum kepala puskesmas tersebut, hanya seorang dokter pria yang bisa diwawancarai, yakni dr. Asro hermanto.
Dokter yang mengaku sebagai staf di Puskesmas tersebut mengaku prosedur pengobatan yang mereka lakukan sudah benar dan mengatakan bahwa kontra indikasi dari pengobatan tersebut, memang sering ditemukan rasa pusing, mual dan muntah, bahkan mencret.
Pengakuna dari orang tua siswa yang mengalami keracunan mengatakan anak-anak nya tidak pernah menerima sosialisasi akan menerima pengobatan massal bagi pencegahan frambusia.
Saat dikomfirmasi Sari kasih areva dari kementrian kesehatan menjelaskan berdasarkan survei dari teman -teman dikabupaten serdang bedagai didesa ini salah satu ada terjangkit penyakit frambusia, saat ditanya wartawan siapa dan dimana serta tempat tinggal anak yang terjangkit penyakit frambusia tidak bisa menerangkan keberadaan nya. (A.Rait)
Obat Azithromicin yang diberikan secara massif oleh tim promosi kesehatan provinsi sumatera utara menimbulkan dampak buruk kepada ratusan pelajar sekolah dasar.
Diantaranya menderita pusing, mual dan muntah, bahkan salah seorang siswa M. Maulana kelas VI SD 102056 sempat pingsan saat diboyong ke puskesmas Tanjung Beringin.
Tablet salut selaput bernama Azithromicin itu diberikan kepada siswa SD berdasarkan kelas, jika siswa kelas I diberikan satu butir, kelas 3 diberikan 2 butir,sedangkan kelas VI diberikan 3 butir sekaligus serta secangkir air mineral.
Selang 15 menit, hampir seluruh pelajar merasakan pusing, mual dan muntah, akhirnya para guru dan orang tua membawa anak didik nya untuk diberikan pertolongan di puskesmas tanjung beringin.
Kepala Puskesmas Tanjung Beringin dr. Helma ningsih saat dikonformasi wartawan sepertinya tidak bersedia, bahkan para stafnya sepertinya dengan sengaja menyembunyikan oknum kepala puskesmas tersebut, hanya seorang dokter pria yang bisa diwawancarai, yakni dr. Asro hermanto.
Dokter yang mengaku sebagai staf di Puskesmas tersebut mengaku prosedur pengobatan yang mereka lakukan sudah benar dan mengatakan bahwa kontra indikasi dari pengobatan tersebut, memang sering ditemukan rasa pusing, mual dan muntah, bahkan mencret.
Pengakuna dari orang tua siswa yang mengalami keracunan mengatakan anak-anak nya tidak pernah menerima sosialisasi akan menerima pengobatan massal bagi pencegahan frambusia.
Saat dikomfirmasi Sari kasih areva dari kementrian kesehatan menjelaskan berdasarkan survei dari teman -teman dikabupaten serdang bedagai didesa ini salah satu ada terjangkit penyakit frambusia, saat ditanya wartawan siapa dan dimana serta tempat tinggal anak yang terjangkit penyakit frambusia tidak bisa menerangkan keberadaan nya. (A.Rait)
0 Response to "Ratusan Siswa SD keracunan akibat diberikan obat azithromicin secara massif."
Post a Comment