Pelantikan Pejabat Pemkab Bondowoso Menuai Kritikan
Bondowoso, www.jejakkasus.info - Pelantikan pejabat pemkab Bondowoso di pendopo Bupati kamis 21/09/16 menuai kritikan, pasalnya salah satu pejabat eselon II Kepala Dinas Pertanian ikut serta di mutasi, sementara penggantinya tidak ada, sehinga terjadi kekosongan.
Sekretaris Pemkab Bondowoso, Hidayat, saat di mintai keterangan oleh beberapa awak media mengaku, bahwa pelantikan itu sudah jelas seperti apa yang di sampaikan oleh Bupati saat memberikan sambutan," Dalam hal pelantikan ini semuanya berada di tangan Bupati," kata hidayat sambil berlalu meninggalkan teman-teman media.
Sementara itu menurut syamsul hadi merdeka,mrngatakan,pelantikan yang di lakukan oleh Bupati terhafap kepala Dinas Pertanian sarat dengan politik,sehinga di dinas pertanian sendiri terjadi kekosongan sehinga akan berdampak kepada kegiatan yang ada di disperta," mestinya pelantikan itu harus melihat dampaknya, kalau kemudian ada kegiatan yang berkaitan dengan petani, siapa yang mau bertanggung jawab," ujarnya.
Menurut mantan ketua DPRD Bondowoso ini, pelantikan itu tidak di dasari dengan profesionalitas seorang pemimpin,tapi lebih kepada kepentingan politik murni ," apa karena Hindarto di gadang-gadang nyalon di pilkada sehingga ada rasa ketakutan bagi eksekutif," tutur politisi PKB.
Di tempat terpisah ketua fraksi PKS Fathorrasi mengungkapkan, pelantikan itu menurutnya,ada persoalan yang di duga bersifat pribadi antara sekda dengan kadis pertanian, apalagi setelah di ketahui hindarto di minta oleh masyarakat untuk maju pada pilkada 2018 mendatang. " padahal kadisperta sudah bekerja maksimal, meski seringkali anggaran disperta di pangkas oleh sekda, tapi masih bisa membuat para petani terbantu, dan hindarto akan pensiun di tahun 2016 ini," ujarnya.
Selain itu Fathorrasi menduga sekda merasa tersaingi karena dia juga berambisi mau maju di pilkada mendatang, sehingga ada rasa ketakutan yabg akhirnya mendeportasi hindarto ke asisten II menggantikan misnadi yang sudah almarhum," tegasnya.
Di lain pihak, ketua fraksi PPP Inam tahir berpendapat,pelantikan hari ini tidak di dasari kepada kepentingan masyarakat secara utuh,karena mutasi yang di lakukan terhadap kadisperta itu harus ada penggantinya." malah disperta di biarkan kosong tidak ada pimpinannya, apakah ini yang di inginkan pemerintah yang menambah carut marutnya pemerintahan," kata imam tahir.
Beliau menambahkan, kalau cara cara mutasi tetap di lakukan seperti itu,bukan menambah kemajuan tapi akan menambah kemunduran, apalagi yang di promosikan tidak sesuai dengan kemampuan dan besic pendidikannya," makanya para pejabat pemkab Bondowoso tidak harmonis, karena cara penempatan pejabatnya tidak sesuai dengan konpetensinya," imbuhnya. (her/yus).
Sekretaris Pemkab Bondowoso, Hidayat, saat di mintai keterangan oleh beberapa awak media mengaku, bahwa pelantikan itu sudah jelas seperti apa yang di sampaikan oleh Bupati saat memberikan sambutan," Dalam hal pelantikan ini semuanya berada di tangan Bupati," kata hidayat sambil berlalu meninggalkan teman-teman media.
Sementara itu menurut syamsul hadi merdeka,mrngatakan,pelantikan yang di lakukan oleh Bupati terhafap kepala Dinas Pertanian sarat dengan politik,sehinga di dinas pertanian sendiri terjadi kekosongan sehinga akan berdampak kepada kegiatan yang ada di disperta," mestinya pelantikan itu harus melihat dampaknya, kalau kemudian ada kegiatan yang berkaitan dengan petani, siapa yang mau bertanggung jawab," ujarnya.
Menurut mantan ketua DPRD Bondowoso ini, pelantikan itu tidak di dasari dengan profesionalitas seorang pemimpin,tapi lebih kepada kepentingan politik murni ," apa karena Hindarto di gadang-gadang nyalon di pilkada sehingga ada rasa ketakutan bagi eksekutif," tutur politisi PKB.
Di tempat terpisah ketua fraksi PKS Fathorrasi mengungkapkan, pelantikan itu menurutnya,ada persoalan yang di duga bersifat pribadi antara sekda dengan kadis pertanian, apalagi setelah di ketahui hindarto di minta oleh masyarakat untuk maju pada pilkada 2018 mendatang. " padahal kadisperta sudah bekerja maksimal, meski seringkali anggaran disperta di pangkas oleh sekda, tapi masih bisa membuat para petani terbantu, dan hindarto akan pensiun di tahun 2016 ini," ujarnya.
Selain itu Fathorrasi menduga sekda merasa tersaingi karena dia juga berambisi mau maju di pilkada mendatang, sehingga ada rasa ketakutan yabg akhirnya mendeportasi hindarto ke asisten II menggantikan misnadi yang sudah almarhum," tegasnya.
Di lain pihak, ketua fraksi PPP Inam tahir berpendapat,pelantikan hari ini tidak di dasari kepada kepentingan masyarakat secara utuh,karena mutasi yang di lakukan terhadap kadisperta itu harus ada penggantinya." malah disperta di biarkan kosong tidak ada pimpinannya, apakah ini yang di inginkan pemerintah yang menambah carut marutnya pemerintahan," kata imam tahir.
Beliau menambahkan, kalau cara cara mutasi tetap di lakukan seperti itu,bukan menambah kemajuan tapi akan menambah kemunduran, apalagi yang di promosikan tidak sesuai dengan kemampuan dan besic pendidikannya," makanya para pejabat pemkab Bondowoso tidak harmonis, karena cara penempatan pejabatnya tidak sesuai dengan konpetensinya," imbuhnya. (her/yus).

0 Response to "Pelantikan Pejabat Pemkab Bondowoso Menuai Kritikan"
Post a Comment