-->

Swasembada Pangan Program Jokowi’’ Harusnya Bukan Angan-angan.

Indramayu, www.jejakkasus.info - Pemerintahan Jokowi-JK. Konon katanya ingin mewujudkan swasembada pangan di Indonesia, untuk menekan Impor, akhirnya Melalui Kementerian Pertanian (Kementan) Republik Indonesia Pemerintahan Jokowi - Jk. Menurunkan Program bantuan dan pengawasan yang dilakukan  !dak tanggung-tanggung. Semua dilibatkan.
Bahkan TNI Angkatan Darat pun diberdayakan untuk ikut memantau jalannya program pemerintah, Mahasiswa dan alumni dari berbagai perguruan tinggi dilibatkan di seluruh wilayah Indonesia lewat program pendampingan.
Bantuan apa saja yang sudah mengalir ke petani? Untuk upaya khusus swasembada pangan, pemerintah menggelontorkan begitu banyak bantuan, mulai alat mesin dan produksi tanaman (Alsintan), pengembangan jaringan irigasi tersier, benih unggul, dan pupuk.
Pemerintah begitu banyak memberikan bantuan, Apakah semuanya bantuan itu sudah sampai ke petani? Apakah tepat waktu, tepat sasaran sesuai dengan yang diharapkan?
Begitu juga, Bantuan alsintan dari Kementerian Pertanian (Kementan) Republik Indonesia, yang berupa, mesin pompa air, Hand Tractor, Tractor roda empat, Rice Transplanter, Mini Combine Harvester, Power Threser, dan Rice Milling Unit (RMU).yang saya tahu. seluruh bantuan dari Kementerian Pertanian RI sudah turun, termasuk bantuan benih dan pupuk. Tepat sasaran atau tidak secara umum tepat sasaran meskipun ada Kasus, tidak masuk Dalam Dasar Penerima Bantuan, tapi tiba-tiba Dapat Bantuan.
Ada juga bantuan berlabel ‘Aspirasi' Bantuan berlabel aspirasi ini tidak lain adalah bantuan yang diajukan oleh Anggota Dewan, Apa bedanya dengan bantuan yang bukan aspirasi? Prosedur dan pengawasannya, Kalau bantuan yang bukan aspirasi biasanya diusulkan dari petani bersama Kelompok Tani melalui Kepala UPTD Pertanian dan Peternakan di !ngkat kecamatan, baru ke Dinas di tingkat kabupaten.
Kalau aspirasi mungkin saja. !dak perlu melalui mekanisme seperti itu. Langsung potong kompas ke Dinas !ngkat kabupaten atau yang lebih tinggi.

Nah ini yang agak disayangkan Why? Pemerintahan Jokowi – JK dan Kementerian Pertanian Republik Indonesia,Saat ini Belum Melirik atau Membuka Mata Sepenuhnya alias Belum memberikan Perhatian Pengairan Terhadap Areal Pertanian yang ada di Kabupaten Indramayu Provinsi Jawa Barat, Padahal Areal Pertanian Yang ada di Wilayah Pangkuan LMDH yang di Kelola oleh Petani Hutan Indramayu Areal Pertaniannya ada sekitar 12.000 Ha dan biasa digunakan menanam Padi se!ap tahunnya, dengan Produksi Per Hektar Rata Rata sekitar sebanyak 5.000 Kg dalam Satu Musim Tanam (MT), yang artinya Petani Hutan Indramayu dalam satu Kali Tanam Padi dapat Menghasilkan Produksi Padi sebanyak 60.000.000 Kg,          Seandainya Saja.
Pemerintahan Jokowi – Jk Dan Kementerian Pertanian Republik Indonesia Sudah Melirik dan Membuka Mata Alias Memperha!kan Pengairannya terhadap Areal Pertanian yang ada di Wilayah Pangkuan LMDH Yang di Kelola Oleh Petani Hutan Indramayu, Saya sangat yakin Petani Hutan Indramayu dalam satu Tahunnya dapat Menghasilkan Produksi Padi Sebanyak 180.000.000 Kg. sehingga Petani Hutan Indramayu dapat hidup lebih sejatera dan dapat par!sipasi Mendukung Program Pemerintahan Jokowi - JK Untuk Menuju Swasembada Pangan Nasional, asal Pemerintahan Jokowi – Jk dan Kementerian Pertanian Republik Indonesia Memberikan Perha!an untuk Pengairannya. Ungkap, Ari Srikari Ketua LMDH Sri Mekar yang tepatnya di Desa Sumbon, Kecamatan Kroya, Kabupaten Indramayu.(JAYAS).

0 Response to "Swasembada Pangan Program Jokowi’’ Harusnya Bukan Angan-angan."

Iklan Atas Artikel

Iklan Tengah Artikel 1

Iklan Tengah Artikel 2

Iklan Bawah Artikel