-->

WISATA JOKO TARUP TERBENGKALAI DAN MEMPRIHATINKAN.

TUBAN, www.jejakkasus.info - Tuban merupakan kabupaten yang kaya dengan cagar budaya serta banyak terdapat tempat-tempat wisata, baik diperkotaan maupun perdesaan. Selain wisata boom dan gua Akbar yang berada diperkotaan, ada juga di perdesaan seperti pemandian Bektiharjo dan lain-lain.

Ada satu wisata yang terlupakan, yaitu wisata Sumber Air JOKO TARUP yang terdapat di Dusun Morosemo Desa Sumberagung kecamatan Plumpang Kabupaten Tuban. Wisata ini dulunya pernah dikelola pemkab Tuban, karena bermasalah sehingga menimbulkan kecemburuan sosial oleh warga setempat. Pada akhirnya tempat wisata ini dirusak bahkan fasilitasnya dijarah (dicuri) oleh warga yang merasa kesal terhadap pemkab Tuban yang dianggap menguasai semua aset wisata tersebut dan kurang memperhatikan nasib warga setempat.

Sungguh sangat disayangkan jika wisata joko tarup ini menjadi punah dan terbengkalai, karena ini termasuk ikon bagi Plumpang khususnya dan Tuban pada umumnya. Yang lebih memprihatinkan, wisata JOKO TARUP akhir-akhir ini dipakai warga untuk tempat buang sampah dipintu masuknya. Parahnya lagi dipakai 'ajang bolos' sekolah, terkadang didapati beberapa pasang muda-mudi sedang memadu kasih.
Saat tim JK-RB mendatangi tempat ini, tim mendapati beberapa anak memakai seragam sekolah duduk santai pada jam masuk sekolah pada hari senin  sekitar pukul 10:00 WIB (20/02/2017)."Beberapa bulan lalu ada yang tertangkap basah  karena  berbuat 'mesum'(asusila), dan diamankan oleh warga.", ungkap Nahlul Ulum KADUS Morosemo saat ditemui di Balai Desa Sumberagung.

Warga sangat berharap agar wisata JOKO TARUP ini kembali dihidupkan dan difungsikan lagi sebagai tempat Wisata sebagaimana mestinya. Karena dengan adanya wisata JOKO TARUP seperti dulu akan dapat menunjang perekonomian warga setempat. Apalagi dusun Morosemo Desa Sumberagung mempunyai produk unggulan berupa makanan yaitu tape ketan  yang sangat diakui kelezatan rasanya oleh masyarakat khalayak diwilayah Tuban. "Jika wisata joko TARUP kembali difungsikan dan ditangani Pemkab secara baik, sudah pasti produk unggulan (tape ketan) khas Morosemo pasti akan dikenal keseluruh Indonesia". Tegas Nahlul (Kadus Morosemo) saat bincang-bincang dengan Tim JK-RB di Balai Desa kemarin lusa.

Yang menjadi kendala bagi Pemerintah Desa adalah perihal dana. Karena untuk membangun kembali wisata tersebut, paling sedikit menelan setengah milyar, itupun Desa belum mampu untuk menggelontorkan dana sebesar itu. Pemerintah Desa sangat berharap ada investor lokal atau luar daerah yang sudi bekerjasama. Syukur-syukur Pemkab Tuban mau lagi memperhatikan dan memperhitungkan hal ini. (imam).

0 Response to "WISATA JOKO TARUP TERBENGKALAI DAN MEMPRIHATINKAN."

Iklan Atas Artikel

Iklan Tengah Artikel 1

Iklan Tengah Artikel 2

Iklan Bawah Artikel