HARIAN JEJAK KASUS NIAS- WAKIL GUBERNUR SUMATERA UTARA, Dr. NURHAJIZAH MARPAUNG, SH, MH KUNKER DI KEPULAUAN NIAS.
Nias, www.jejakkasus.info - Wakil Gubernur Sumatera Utara Ibu Brigjen Tni (Purn) Dr. Nurhajizah Marpaung, Sh, Mh Beserta Rombongan Kunjungan Kerja Di Kepulauan Nias (Kab.Nias, Kab. Nias Selatan, Kab. Nias Barat, Kab. Nias Utara, Kota Gunungsitoli) dengan dihadiri oleh, Bupati Nias, Bupati Nias Barat, Wakil Bupati Nias Utara, Plt.Sekda Nias Selatan, Sekda Kota Gunungsitoli, Kapolres Nias, Ketua Pengadilan Negeri Gunungsitoli, Kasdim, Mewakil Kajari Gunungsitoli, mewakili Dan Lanal, Heri Raharjo. Para Asisten Setda Kab. Nias, Pimpinan SKPD Lingkup Pemkab.Nias, Para Kabag Lingkup Setda Kabupaten Nias, Camat Se-Kabupaten Nias, dan undangan lainnya, bertempat di ruang rapat Lt.3 Kantor Bupati Nias, 31 Maret 2017
Bupati Nias, Drs. Sokhiatulo Laoli, MM dalam sambutannya melaporkan kepada Ibu Wakil Gubernur Sumatera Utara tentang gambaran umum tentang kondisi kepulauan Nias Yakni; Pada awalnya kepulauan Nias terdiri dari 1(satu)Kabupaten yaitu Kabupaten Nias, namun dalam rangka mendekatkan pelayanan dan mengefektifkan penyelenggaraan pemerintahan, wilayah ini mengalami 2 (dua) kali pemekaran wilayah, yakni pada tahun 2003 terbentuk Kabupaten Nias selatan dan pada tahun 2008 terbentuk Kabupaten Nias Utara, Kabupaten Nias Barat dan Kota gunungsitoli. Sehingga secara administrasi pemerintahan, sat ini kepulauan Nias terdiri dari 5 (lima) daerah otonom, berpenduduk ± 800.000 jiwa, yang terletak di sebelah barat pulau sumatera dan berbatasan langsung dengan lautan hindia.
Selanjutnya Bupati Nias menyampaikan bahwa mata pencaharian sebagian besar masyarakat kepulauan Nias bergerak di bidang pertanian, kehutanan, dan perikanan, dan sebagian lagi bergerak di bidang usaha okonomi lainnya sehingga dapat di katakan tergolong tipe perekonomian tradisional yang dapat di lihat dari besarnya peranan masing-masing lapangan usaha tersebut terhadap pembentukan produk domestik regional bruto (PDRB) masing-masing Kabupaten/Kota Di Kepulauan Nias. Sehingga di butuhkan peran pemerintah yang nyata dalam mengembangkan perekonomian masyarakat yang dapat membawa harapan baru bagi masyarakat kepulauan Nias untuk keluar dari ketertinggalan dan bisa sejajar dengan Kabupaten/Kota yang ada di Sumatera Utara. Untuk menjawab berbagai tantangan dan permasalahan dalam rangka meningkatkan perekonomian dan kesejahteraan masyarakat, kerjasama antara pemerintah dan pihak swasta juga sangat di butuhkan. Investasi dari pihak swasta di harapkan dapat memberikan angin segar dalam menggerakkan perekonomian masyarakat demi meningkatkan kesejahteraan masyarakat sebagaimana yang kita cita-citakan bersama.
Ditambahkan, Salah satu pihak swasta yang telah menjalin kerjasama dengan pemerintah daerah Kabupaten Nias adalah PT. Sunrise Nias Indonesia Real Estate Development, Arvan sebagai direktur yang telah mendapatkan izin investansi dari badan koordinasi penanaman modal (BKPM) Republik Indonesia tanggal 24 Januari 2017, dengan kegiatan usaha membangun dan mengelola perumahan dengan lahan seluruhnya seluas 5.000 Ha beserta fasilitas pendukung lainnya, sehingga di harapkan dengan investasi ini dapat membuka lapangan pekerjaan yang seluas luasnya serta menggerakkan roda perekonomian masyarakat kearah yang lebih baik.
Kondisi Daerah Kepulauan Nias sebagaimana kami sampaikan diatas, telah memotivasi kami pemerintah Kabupaten/Kota se- kepulauan Nias untuk terus bekerja dan membangun melakukan perubahan dan bangkit menuju masyarakat Nias yang maju, mandiri dan sejahtera. (Okta Ndraha).
Bupati Nias, Drs. Sokhiatulo Laoli, MM dalam sambutannya melaporkan kepada Ibu Wakil Gubernur Sumatera Utara tentang gambaran umum tentang kondisi kepulauan Nias Yakni; Pada awalnya kepulauan Nias terdiri dari 1(satu)Kabupaten yaitu Kabupaten Nias, namun dalam rangka mendekatkan pelayanan dan mengefektifkan penyelenggaraan pemerintahan, wilayah ini mengalami 2 (dua) kali pemekaran wilayah, yakni pada tahun 2003 terbentuk Kabupaten Nias selatan dan pada tahun 2008 terbentuk Kabupaten Nias Utara, Kabupaten Nias Barat dan Kota gunungsitoli. Sehingga secara administrasi pemerintahan, sat ini kepulauan Nias terdiri dari 5 (lima) daerah otonom, berpenduduk ± 800.000 jiwa, yang terletak di sebelah barat pulau sumatera dan berbatasan langsung dengan lautan hindia.
Selanjutnya Bupati Nias menyampaikan bahwa mata pencaharian sebagian besar masyarakat kepulauan Nias bergerak di bidang pertanian, kehutanan, dan perikanan, dan sebagian lagi bergerak di bidang usaha okonomi lainnya sehingga dapat di katakan tergolong tipe perekonomian tradisional yang dapat di lihat dari besarnya peranan masing-masing lapangan usaha tersebut terhadap pembentukan produk domestik regional bruto (PDRB) masing-masing Kabupaten/Kota Di Kepulauan Nias. Sehingga di butuhkan peran pemerintah yang nyata dalam mengembangkan perekonomian masyarakat yang dapat membawa harapan baru bagi masyarakat kepulauan Nias untuk keluar dari ketertinggalan dan bisa sejajar dengan Kabupaten/Kota yang ada di Sumatera Utara. Untuk menjawab berbagai tantangan dan permasalahan dalam rangka meningkatkan perekonomian dan kesejahteraan masyarakat, kerjasama antara pemerintah dan pihak swasta juga sangat di butuhkan. Investasi dari pihak swasta di harapkan dapat memberikan angin segar dalam menggerakkan perekonomian masyarakat demi meningkatkan kesejahteraan masyarakat sebagaimana yang kita cita-citakan bersama.
Ditambahkan, Salah satu pihak swasta yang telah menjalin kerjasama dengan pemerintah daerah Kabupaten Nias adalah PT. Sunrise Nias Indonesia Real Estate Development, Arvan sebagai direktur yang telah mendapatkan izin investansi dari badan koordinasi penanaman modal (BKPM) Republik Indonesia tanggal 24 Januari 2017, dengan kegiatan usaha membangun dan mengelola perumahan dengan lahan seluruhnya seluas 5.000 Ha beserta fasilitas pendukung lainnya, sehingga di harapkan dengan investasi ini dapat membuka lapangan pekerjaan yang seluas luasnya serta menggerakkan roda perekonomian masyarakat kearah yang lebih baik.
Kondisi Daerah Kepulauan Nias sebagaimana kami sampaikan diatas, telah memotivasi kami pemerintah Kabupaten/Kota se- kepulauan Nias untuk terus bekerja dan membangun melakukan perubahan dan bangkit menuju masyarakat Nias yang maju, mandiri dan sejahtera. (Okta Ndraha).

0 Response to "HARIAN JEJAK KASUS NIAS- WAKIL GUBERNUR SUMATERA UTARA, Dr. NURHAJIZAH MARPAUNG, SH, MH KUNKER DI KEPULAUAN NIAS."
Post a Comment