-->

DETIK KASUS LUMAJANG | Andalan Petani Tebu Rakyat Indonesia (APTRI) Murka, PG Jatiroto PTPN XI Kerap Kibuli Petani, REPORTER: RIAMAN.

Lumajang, www.jejakkasus.info - Dalam menunjang ketahanan pangan Nasisonal, Andalan Petani Tebu Rakyat Indonesia (APTRI) selaku perkumpulan kerakyatan yang menjadi wadah para pelaku usaha tani tebu di indonesia, telah banyak memberikan konstribusi secara signifikan, akan tetapi sejauh ini masih saja di pandang sebelah mata.

Selain itu, peran positif yang diberikan oleh APTRI yaitu menunjang program pemerintah, berupa pengolahan lahan perkebunan dan kegiatan berupa produksi gula dengan harga yang terjangkau, sehingga diharapkan mampu meberikan kesejahteraan bagi para petani tebu dan mampu menjaga stabilitas harga gula.
Namun, kerja nyata APTRI selama ini dimanfaatkan oleh management PG Jatiroto PTPN XI, dengan cara - cara yang tidak fair yang kerap diberlakukan kepada para petani tebu.
"Tebu yang masuk ke PG Jatiroto, rendemennya selalu rendah, sementara tebu yang sama jika disetorkan di PG lain Rendemennya bisa tinggi," Kata Budi Susilo S.E, Ketua DPD APTRI Jatim, Sabtu (6/5).
Pihaknya akan terus berupaya untuk berkoordinasi dengan pihak manageman PG Jatiroto PTPN XI agar tidak bertindak semena-mana dalam memperdaya para petani tebu, selebihnya, jika tidak ditanggapi, H. Budi melalui Tim Hukum dari APTRI meminta untuk melakukan somasi.
"Kami sudah berkoordinasi dengan Tim Hukum APTRI untuk melayangkan somasi, jika pihak direksi N 11 tidak mengindahkan mediasi yang bakal Kami lakukan," tegasnya.
Bukan hanya disitu saja, APTRI juga bakal melakukan gugutan secara hukum, karena menurut H. Budi, sistem orthodok kerap diberlakukan oleh PG Jatiroto PTPN XI.
"Itu adalah hak anggota kami, karena APTRI mempunyai badan hukum," imbuhnya.


Hal senada juga disampaikan oleh H. Didik, Ketua DPC APTRI Lumajang, H.Didik Purwanto Abdullah, yang menuding pihak PG Jatiroto PTPN XI kerap melakukan interfensi kepada para petani.
H. Didik juga mengecam sistem yang diberlakukan PG Jatiroto sangat merugikan petani.
"Sejumlah anggota kami sudah banyak yang laporan, bahwa dari management PG Jatiroto memerintahkan para Sinder dan mandor untuk meminta tanda tangan dengan menyodorkan selembar formulir surat pernyataan bahwa mereka adalah Anggota Asosiasi Petani Tebu Rakyat PG Jatiroto," terang H. Didik.
"Kami tidak main-main dan sudah sepakat akan berdemo besar-besaran demi mempertahankan hak Kami selaku petani," pungkasnya. (Rn/Rh).

0 Response to "DETIK KASUS LUMAJANG | Andalan Petani Tebu Rakyat Indonesia (APTRI) Murka, PG Jatiroto PTPN XI Kerap Kibuli Petani, REPORTER: RIAMAN."

Iklan Atas Artikel

Iklan Tengah Artikel 1

Iklan Tengah Artikel 2

Iklan Bawah Artikel