JEJAK KASUS SAMPANG | PEMBERIAN PENGHORMATAN KE ALMARHUM KH FANNAN HASIB DI PERTANYAKAN, FGD NILAI PEMKAB KURANG SERIUS, Reporter Hernandi K S.Sos M.Si.
Sampang, www.jejakkasus.info - Pemberian penghormatan Pemerintah Kabupaten (Pemkab) terhadap almarhum KH Fannan Hasib di pertanyakan oleh Forum Gardu Demokrasi (FGD) Sampang 6/5.
FGD menilai almarhum KH Fannan Hasib selain mantan Bupati Sampang dan ulama berpengaruh di Madura, sehingga perlu ada dorongan semangat memberikan penghormatan secara masif kepada masyarakat Sampang.
Sukardi aktivis FGD mengungkapkan pasca wafatnya KH Fannan Hasib segera mengeluarkan surat edaran kepada OPD dan kantor Kecamatan untuk di sampaikan ke masyarakat untuk supaya memberikan penghormatan bersama melalui pemasangan bendera setengah tiang maupun bentuk penghormatan yang lain.
Namun faktanya instruksi melalui surat edaran di keluarkan tiga hari pasca wafatnya KH Fannan Hasib 5/5 tapi tanggal surat edaran tertulis satu hari setelah mantan Bupati meninggal dunia 4/5.
Dalam surat edaran itu juga di sampaikan himbauan bagi PNS untuk menggunakan baju dan bawan yang sudah di tentukan namun himbauan lisan sudah di sebar 3/5 malam saat pemakaman almarhum
"Almarhum layak untuk di beri penghormatan khusus oleh masyarakat Sampang, jika mau serius pembuatan surat edaran bisa di buat malam itu juga tanpa menunggu waktu tiga hari,"tanya Sukardi.
Aktivis FGD yang lain Moh Salim juga mempertanyakan keseriusan OPD dalam menyikapi keterlambatan pemberian penghormatan kepada almarhum KH Fannan Hasib.
Moh Salim menyinggung peran Kominfo pada waktu momen penting selalu mengeluarkan mobil keliling untuk mensosialisasikan kepada masyarakat tapi saat Bupati kita meninggal dunia tidak ada inisiatif
"Jangan di anggap sepele persoalan ini sebab menyangkut orang yang perlu di hormati sebagai pemimpin Sampang dengan segala kelebihan dan kekurangannya,"ujar Moh Salim.
Sementara Wakil Bupati Sampang yang menjadi Pelaksana tugas (Plt) Bupati H Fadhilah Budiono keberatan dikatakan Pemkab tidak serius memberikan penghormatan kepada KH Fannan Hasib.
Waktu mendapat kabar Bupati Sampang meninggal dunia ia bersama Kadinkes yang sedang berada di Jakarta langsung pulang supaya bisa mengantar ke pemakaman.
Malam itu juga Pemkab menginstruksikan walau secara lisan kepada seluruh PNS untuk menggunakan seragam khusus yang menandakan ikut berduka cita, kemudian menghimbau kepada semua Organisasi Perangkat Daerah (OPD) mendoakan KH Fannan Hasib
"Saya pribadi dan mewakili masyarakat Sampang merasa kehilangan karena beliau sangat berjasa terhadap masyarakat Sampang,"tutur H Fadhilah Budiono. (Her).
FGD menilai almarhum KH Fannan Hasib selain mantan Bupati Sampang dan ulama berpengaruh di Madura, sehingga perlu ada dorongan semangat memberikan penghormatan secara masif kepada masyarakat Sampang.
Sukardi aktivis FGD mengungkapkan pasca wafatnya KH Fannan Hasib segera mengeluarkan surat edaran kepada OPD dan kantor Kecamatan untuk di sampaikan ke masyarakat untuk supaya memberikan penghormatan bersama melalui pemasangan bendera setengah tiang maupun bentuk penghormatan yang lain.
Namun faktanya instruksi melalui surat edaran di keluarkan tiga hari pasca wafatnya KH Fannan Hasib 5/5 tapi tanggal surat edaran tertulis satu hari setelah mantan Bupati meninggal dunia 4/5.
Dalam surat edaran itu juga di sampaikan himbauan bagi PNS untuk menggunakan baju dan bawan yang sudah di tentukan namun himbauan lisan sudah di sebar 3/5 malam saat pemakaman almarhum
"Almarhum layak untuk di beri penghormatan khusus oleh masyarakat Sampang, jika mau serius pembuatan surat edaran bisa di buat malam itu juga tanpa menunggu waktu tiga hari,"tanya Sukardi.
Aktivis FGD yang lain Moh Salim juga mempertanyakan keseriusan OPD dalam menyikapi keterlambatan pemberian penghormatan kepada almarhum KH Fannan Hasib.
Moh Salim menyinggung peran Kominfo pada waktu momen penting selalu mengeluarkan mobil keliling untuk mensosialisasikan kepada masyarakat tapi saat Bupati kita meninggal dunia tidak ada inisiatif
"Jangan di anggap sepele persoalan ini sebab menyangkut orang yang perlu di hormati sebagai pemimpin Sampang dengan segala kelebihan dan kekurangannya,"ujar Moh Salim.
Sementara Wakil Bupati Sampang yang menjadi Pelaksana tugas (Plt) Bupati H Fadhilah Budiono keberatan dikatakan Pemkab tidak serius memberikan penghormatan kepada KH Fannan Hasib.
Waktu mendapat kabar Bupati Sampang meninggal dunia ia bersama Kadinkes yang sedang berada di Jakarta langsung pulang supaya bisa mengantar ke pemakaman.
Malam itu juga Pemkab menginstruksikan walau secara lisan kepada seluruh PNS untuk menggunakan seragam khusus yang menandakan ikut berduka cita, kemudian menghimbau kepada semua Organisasi Perangkat Daerah (OPD) mendoakan KH Fannan Hasib
"Saya pribadi dan mewakili masyarakat Sampang merasa kehilangan karena beliau sangat berjasa terhadap masyarakat Sampang,"tutur H Fadhilah Budiono. (Her).

0 Response to "JEJAK KASUS SAMPANG | PEMBERIAN PENGHORMATAN KE ALMARHUM KH FANNAN HASIB DI PERTANYAKAN, FGD NILAI PEMKAB KURANG SERIUS, Reporter Hernandi K S.Sos M.Si."
Post a Comment