CAMAT PRAJEKAN DI PAKSA MUNDUR DARI JABATANNYA.
BONDOWOSO, www.jejakkasus.info - Warga Desa Prajekan Lor dan Prajekan Kidul, nglurug kantor Kecamatan Prajekan, Rabu (23/12/2015). Mereka meminta Camat Prajekan Drs Moh Hasyim MSi, mundur dari jabatannya serta melakukan penyegelan kantor kecamatan dan rumah dinas camat.
Aksi demo yang dikordinatori oleh Kepala Desa Prajekan Lor Fandi Sofyan serta Kades Prajekan Kidul Reky, awalnya akan diikuti oleh 7 Desa di wilayah Kecamatan Prajekan, namun entah kenapa saat itu hanya diikuti oleh 2 desa saja.
Dalam orasinya, warga mengusir serta menuntut camat Prajekan mundur, karena mereka menganggap Camat Prajekan kapitalisme, perongrong warga dan sering melakukan pungli ke tiap-tiap desa. “Kami meminta Pemkab Bondowoso memecat Camat Prajekan dari jabatannya,” kata Fandi dalam orasinya.
“Camat Prajekan (M Hasyim, red) harus keluar dari Prajekan. Secepatnya kami minta Camat Prajekan mundur dan kami akan menunggu keputusan dari Pemerintah Kabupaten. Kami ingin Asisten I Pemkab Bondowos untuk memberikan keputusan hari ini juga,” tegas Fandi.
Sementara, dalam kesempatan tersebut Asisten I yang diwakili Kabagpem Kabupaten Aries Agung Sungkowo mengatakan, dirinya akan berkoordinasi dengan Asisten I, setelah kepulangannya dari rapat di Surabaya.
“Akan saya koordinasikan dengan Asisten I, karena kami tidak punya hak untuk memberhentikan camat, karena dia PNS. Yang punya hak dan yang berkompeten dalam hal ini hanyalah Bupati. Tapi saat ini kami sanggup menarik M Hasyim ke Pemkab, sambil menunggu proses lebih lanjut,” tegasAris Agung.
Kepala Desa Prajekan Lor sebagai koordinator aksi demo, Fandi Sofyan kepada beberapa media mengungkapkan, demo tersebut digelar untuk menghilangkan penindasan terhadap warga Prajekan, yang tertindas selama 4,5 tahun, karena ulah Camat M Hasyim. (yus).
Aksi demo yang dikordinatori oleh Kepala Desa Prajekan Lor Fandi Sofyan serta Kades Prajekan Kidul Reky, awalnya akan diikuti oleh 7 Desa di wilayah Kecamatan Prajekan, namun entah kenapa saat itu hanya diikuti oleh 2 desa saja.
Dalam orasinya, warga mengusir serta menuntut camat Prajekan mundur, karena mereka menganggap Camat Prajekan kapitalisme, perongrong warga dan sering melakukan pungli ke tiap-tiap desa. “Kami meminta Pemkab Bondowoso memecat Camat Prajekan dari jabatannya,” kata Fandi dalam orasinya.
“Camat Prajekan (M Hasyim, red) harus keluar dari Prajekan. Secepatnya kami minta Camat Prajekan mundur dan kami akan menunggu keputusan dari Pemerintah Kabupaten. Kami ingin Asisten I Pemkab Bondowos untuk memberikan keputusan hari ini juga,” tegas Fandi.
Sementara, dalam kesempatan tersebut Asisten I yang diwakili Kabagpem Kabupaten Aries Agung Sungkowo mengatakan, dirinya akan berkoordinasi dengan Asisten I, setelah kepulangannya dari rapat di Surabaya.
“Akan saya koordinasikan dengan Asisten I, karena kami tidak punya hak untuk memberhentikan camat, karena dia PNS. Yang punya hak dan yang berkompeten dalam hal ini hanyalah Bupati. Tapi saat ini kami sanggup menarik M Hasyim ke Pemkab, sambil menunggu proses lebih lanjut,” tegasAris Agung.
Kepala Desa Prajekan Lor sebagai koordinator aksi demo, Fandi Sofyan kepada beberapa media mengungkapkan, demo tersebut digelar untuk menghilangkan penindasan terhadap warga Prajekan, yang tertindas selama 4,5 tahun, karena ulah Camat M Hasyim. (yus).

0 Response to "CAMAT PRAJEKAN DI PAKSA MUNDUR DARI JABATANNYA. "
Post a Comment