-->

Dinas Pendidikan Sergai Menuai Citra Buruk Di Masyarakat.

Serdang Bedagai, www.jejakkasus.info - Kekerasan seksual yang terjadi pada anak usia dini seperti yang terjadi di Dusun I Desa pasar bengkel Kecamatan perbaungan Kabupaten Serdang bedagai, Kini menjadi perbincangan hangat di tengah masyarakat desa bengkel tepatnya di dusun I desa Bengkel Kecamatan Perbaungan Kabupaten Serdang bedagai, warga menuding kalau pendidikan saat ini sudah tidak mempelajari tentang “ Etika dan moral” sehingga anak didik sudah tidak memiliki sopan santun dan kurang nya nilai agama yang ditanamkan pada guru dan orang tua murid, seharusnya Guru dan orang tua murid dengan keras melarang perbuatan tersebut sebelum anak dewasa dan telah menikah, sementara dengan dikeluarkan nya undang undang perlindungan anak, Para orang tua dan Guru sudah tidak berani mendidik dengan cara keras, karena takut di laporkan ke polisi, sehingga moral dan etika anak saat ini di luar kendali orang tua.

Banyaknya budaya luar yang masuk ke indonesia membuat dunia pendidikan tidak seperti dulu, entah di mana salah nya kita juga belum mengetahuinya, namun jika pendidikan tanpa dibarengi agama yang kuat di tengah tengah keluarga ini lah, yang bisa membuat anak anak terjerumus pada perilaku yang menyimpang, dan tanpa adanya pengawasan orang tua terhadap anak,  akan membuat anak lepas kendali dalam membuka situs internet yang saat ini sudah semua hape menggunakan sistem internet dan mudah untuk diakses seperti mudahnya membuka situs “ Porno “, sehingga tanpa adanya pengawasan orang tua dan pemahaman nya ini sangat membahayakan diri anak.

Guru yang memiliki peran penting dalam mendidik Etika dan Moral pada anak seharusnya juga lebih aktif terhadap pembekalan pada anak, sehingga anak didik nya tidak terjerumus di luar norma dan etika di tengah masyarakat, jika guru lebih aktif dan tegas terhadap anak didik nya maka hal seperti yang terjadi pada kasus pencabulan yang di lakukan oleh MR ( 16 ) seorang pelajar yang kini masih duduk di bangku kelas 2  STM Musda tidak akan terjadi, sehingga tidak mencemari dunia pendidikan serdang bedagai, Kasus pencabulan terhadap korban  EN ( 10 ) dan NZ ( 4 ) ini di duga akibat pelaku banyak menonton film”Bokep” melalui situs internet, sehingga pelaku memperagakan adegan itu terhadap anak Usia Dini dan Anak Balita.

Sementara disisi lain dampak psikologis dari korban pencabulan tersebut sangat luar biasa, karena korban dapat mengalami trauma berkepanjangan mulai dari terjadinya pencabulan sampai dia dewasa bahkan lukanya akan dirasakan sampai dia meninggal. Hukuman 15 tahun penjara yang diberikan kepada pelaku mungkin tidak sebanding dengan luka dan trauma yang diderita oleh korban, seharusnya yang pantas bagi pelaku adalah hukuman mati, karena hukuman itu juga dapat memberikan efek jera bagi para calon pelaku pencabulan.

Dia tidak hanya sakit saat dicabuli, tetapi usai dicabuli pun jiwa korban akan terasa sakit, sampai seumur hidup! Secara sosial kasus pencabulan itu lebih berat dari pembunuhan. Korban pencabulan menderita sangat panjang. Sekali lagi  seumur hidup dia menderita. Dia memang tidak dihukum, tetapi masyarakat yang tidak mengerti kadang secara sosial menghukumnya dengan memandang rendah. Bagaimana nasib masa depan korban tersebut dengan rasa trauma yang membebaninya, mungkin kedepannya korban lebih menutup diri terhadap lingkungannya atau takut jika dia bertemu dengan orang lain.

Salah seorang warga desa bengkel kecamatan perbaungan yang tidak ingin disebutkan namanya di media ini saat di temui Wartawan di kediaman nya Kamis ( 28/4 ) terkait kasus pencabulan ini mengatakan “ Kami minta tolong lah pak lanjutkan beritanya agar korban bisa di tangkap sama polisi, kami takut kalau pelaku pencabulan di biarkan, nanti nya malah bertambah lagi korban nya, yang kami dengar untuk saat ini saja sudah tiga korban nya semua anak anak, orang tua korban udah kami suruh buat laporan nya ke kantor polisi tapi mereka takut karena enggak ada biaya”, Papar warga.
Ditempat terpisah, Sekertaris Dinas Pendidikan serdang bedagai Janter Siregar saat di konfirmasi  melaui Via seluler Kamis ( 28/4 ) karena tidak berada dikantor, terkait Adanya siswa yang melakukan pencabulan terhadap anak di bawah umur serta Kurang nya pendidikan Etika dan Moral terhadap Siswa beliau mengatakan “ Ada sepeti itu ya, kalau begitu kamu koordinasi aja sama dikmenjur, saya lagi di dolok masihul, biar di cek kelapangan dulu”  Papar Janter.

Sementara Ibu Kandung Korban  Nurliani alias Ani yang bekerja di malaysia Saat Dikonfirmasi Wartawan Kamis ( 28/4 ) melalui Via Seluler +601126549512 terhadap kasus pencabulan yang dialami anaknya Mengatakan “ Aku minta tolong kali pak, naik kan beritanya di koran  agar kasus yang menimpa anak ku ini bisa di laporkan ke Polisi, agar pelaku nya bisa di hukum penjara, kalau di biarkan kasihan anak ku pak bagaimana masa depan nya aku udah enggak tau lagi pak mau minta tolong sama siapa lagi, sementara saya jauh bekerja di malaysia, Papar Ani sambil menangis. ( Aswad).

0 Response to "Dinas Pendidikan Sergai Menuai Citra Buruk Di Masyarakat."

Iklan Atas Artikel

Iklan Tengah Artikel 1

Iklan Tengah Artikel 2

Iklan Bawah Artikel