-->

Kebakaran Jenggot' Wiliato (Halili) Kadus Kemenduran Brengsing BWI Kirim Somasi.

MENANGGAPI SOMASI WILIANTO alias HALILI, KADUS KEMENDURAN, DESA BANGSRING
”AROGAN” TINDAKAN KADUS KEMENDURAN PICU EMOSI WARGA”
Banyuwangi, www.jejakkasus.info - Wilianto alias Halili sang Kepala Dusun Kemenduran, Desa Bangsring, Kecamatan Wongsorejo, Bak Kebakaran Jenggot, pihaknya nampak keberatan atas pemberitaan Surat Kabar Mingguan “RADAR BANGSA” edisi-316, Periode 9-15 Mei 2016 yang lalu, Wilianto alias Halili mengirimkan SOMASI, dalam somasinya yang di tujukan kepada Pemimpin Redaksi SKM “RADAR BANGSA” dengan tembusan kepada Dewan Pers Di Jakarta, Bupati Banyuwangi, Kepada Kapolres Banyuwangi, Ketua Pengadilan Negeri Banyuwangi, Kepala Kejaksaan Negeri Banyuwangi, Organisasi Profesi Wartawan di Banyuwangi dan Arsip tertanggal 25 Mei 2016, nampak Wilianto alias Halili membantah semua isi berita, seperti yang di jelaskan dalam Somasinya pada point 1. Intinya Wilianto alias Halili sang Kepala Dusun Kemenduran MENGAKU tidak pernah mendatangi warganya untuk meminta tanda tangan sebagai bentuk persetujuan atas rencana pelebaran jalan, justru itu adalah kebohongan besar, karena beberapa warga telah meyakinkan team Jejak Kasus-Radar Bangsa bahwa saat itu sore hari Wilianto/Halili sang Kepala Dusun di temani seseorang jelas-jelas mendatangi beberapa warga untuk meminta tanda tangan sebagai bentuk persetujuan guna rencana pelebaran jalan, namun beberapa warga tidak mau tanda tangan, dan Selanjutnya pada saat warga para suami acara Tahlil rutin, menurut warga, datang lagi di bantu Juhairi dan Marsino ke rumah Bunidah, adik Hanafi,(Terlapor) dan saat itu Bunidah mengaku di bentak-bentak oleh Marisno, karena ketakutan akhirnya Bunidah mau tanda tangan, kepada Wilianyo/Halili warga menegaskan sebenarnya untuk apa meminta tanda tangan warga? Dan Wilianto/Halili kepada warga menjelaskan rencananya  pelebaran jalan untuk kepentingan POS HUBLA (Hubungan Laut-red) dan saat itu di akui warga ada 6 orang yang tanda tangan itupun warga yang awam.
Point 2. Wilianto/Halili mengelak dan membantah adanya pohon cabe, kamar mandi dan kandang ternak warga yang di rusak dan di acak-acak oleh bego, dengan tegas Wilianto/Halili menjelaskan pada saat itu tidak ada tanaman cabe, justru hal itu adalah Kebohongan besar, Wilianto sang kepala Dusun mencoba membalikkan fakta, puluhan warga siap menjadi saksi dan di pertemukan dengan Halili jika memang pemberitaan Di SKM “RADAR BANGSA” yang berdasarkan keterangan warga itu di anggap tidak benar/Bohong, pohon cabe saat setelah di rusak itu beberapa hari kemudian di bersihkan oleh pemiliknya, dan pohon jagung yang nampak dalam pemberitaan edisi-316 itu adalah  tanaman warga yang satu area dengan tanaman cabe yang di rusak.
 Dalam point 3. Halili mengelak telah datang alat berat/bego di wilayah tersebut, menurutnya(Halili) tidak punya kapasitas untuk mengijinkan, apapun alasanya, puluhan warga Kemenduran menegaskan bahwa saat itu telah datang Bego dan merusak tanaman cabe, kandang ternak dan kamar mandi warga, menurut warga dengan jelas pula Operator bego saat itu mengaku kepada warga atas suruhan Amir seizin Halili, wargapun mengaku tidak paham Amir itu siapa, orang mana, sebagai apa dan kerjanya apa, yang warga dengar hanya nama Amir itu aja tidak ada embel-embel lain,
 Dalam point 4. Halili membantah adanya rencana pelebaran jalan di wilayah tersebut dan berlagak tidak tau atas apa yang terjadi di lingkungannya, justru hal ini sangat aneh dan terkesan kaya’ Dagelan, seorang Kepala Dusun tidak mengetahui ada gejolak di lingkungannya, padahal jelas-jelas menurut warga Halili sang Kepala Dusun turut sibuk dalam rencana pelebaran jalan yang telah merusak tanaman warga, aneh.. isi somasinya justru terkesan bukan pemikiran pelaku sejarah(Halili-red), atau emang ada orang lain yang membuatkan somasi tanpa tau realita di lapangan??(Pria Sakti).

0 Response to "Kebakaran Jenggot' Wiliato (Halili) Kadus Kemenduran Brengsing BWI Kirim Somasi."

Iklan Atas Artikel

Iklan Tengah Artikel 1

Iklan Tengah Artikel 2

Iklan Bawah Artikel