-->

SERATUS HARI PERTAMA KEPEMIMPINAN IRDINANSYAH-ZULDAFRI

"Langkah Menuju Tanah Datar Madani Semakin Mantap"
Tanah Datar, www.jejakkasus.info - Sumbar Raya' Bersama Bupati H. Irdinansyah Tarmizi dan Wakil Bupati Zuldafri Darma, Luak Nan Tuo dirancang akan menjadi Kabupaten Tanah Datar yang madani, berbudaya, dan sejahtera dalam nilai-nilai adat basandi syarak, syarak basandi Kitabullah (ABS-BSK).

Di akhir masa kepemimpinannya pada 2021 nanti, Irdinansyah berharap, Tanah Datar telah berhasil menjadi kabupaten yang maju. Indikatornya antara lain anak-anaknya cerdas, warganya sehat, masjid ramai, saku barisi (ekonomi rakyat maju), nagari aman sentosa, kampuang tacelak dan urang rantau sanang hatinyo. Itulah harapan pasangan bupati irdinansyah tarmizi dan zuldafri darma yang terkenal dengan sebutan "IRAMA" ini.

Dengan realitas demikian, pihaknya optimis, semua elemen akan bangga menjadi warga Tanah Datar yang sukses membangun dalam kebersamaan.

Langkah menuju apa yang dicita-citakan itu sudah dimulai. Tepat Rabu (25/5) ini, sudah genap seratus hari Tanah Datar berada di bawah kepemimpinan Irdinansyah-Zuldafri, menapak langkah menuju apa yang diidamkan bersama, serta mewujudkan visi dan misi yang telah ditetapkan.

Berbicara soal kiprah seratus harinya, Irdinansyah menegaskan, hal pertama yang dia lakukan adalah merajut dan mempermantap jalinan komunikasi dengan berbagai pihak, baik yang ada di kampung halaman maupun di perantauan.

Untuk merajut komunikasi dan merapatkan kembali barisan itu, Irdinansyah-Zuldafri mengunjungi segenap lapisan masyarakat, termasuk di dalamnya Aparatur Sipil Negara (ASN). Irdinansyah tak ingin, perbedaan sikap dan pilihan pada tahapan pemilihan kepala daerah (pilkada), mengganggu kerjanya dalam menunaikan tugas-tugas kepemimpinan.

“Dinamika dan perbedaan di masa pilkada, tentu tak bisa kita abaikan. Tapi sehabis pilkada, kita harus bersatu lagi, merapatkan barisan, dan tidak terpecah belah. Mari kita samakan persepsi menuju Tanah Datar yang lebih baik di masa mendatang,” kata Irdinansyah.

Selain dengan elemen-elemen masyarakat di kampung halaman, Irdinansyah-Zuldafri juga berupaya memperkuat rajutan komunikasi dengan para perantau. Kedua tokoh ini amat menyadari, para perantau merupakan potensi besar untuk membangun kampung halaman.

Hal menarik lainnya pada seratus hari kepemimpinan Irdinansyah-Zuldafri ini adalah proses penetapan Rencana Pembangunan Jangka Menengah Daerah (RPJMD) 2016-2021, sebagai rujukan pokok menjalankan pembangunan lima tahun ke depan. Sesuai dengan ketentuan, pimpinan terpilih harus sudah punya RPJMD selambat-lambatnya enam bulan sejak dilantik jadi kepala daerah.

Pertama dalam sejarah pemerintahan di era otonomi, RPJMD Tanah Datar dibawa ke panggung publik. Ini tidak ditemukan di daerah-daerah lain. Para perantau, akademisi, tokoh masyarakat, dan semua unsur dilibatkan dalam pembahasan RPJMD tersebut. Selain memancing meningkatnya partisipasi publik di sektor pembangunan, Irdinansyah-Zuldafri berharap, program kerja pemerintah merupakan bagian utama dari apa yang diinginkan masyarakat.

Naiknya grafik partisipasi publik, sesungguhnya sudah terlihat dalam seratus hari kepemimpinan Irdinansyah-Zuldafri. Setidaknya, itu bisa dilihat dari bangkitnya semangat gotong royong masyarakat, setelah Bulan Bakti Gotong Royong Masyarakat (BBGRM) Tingkat Sumbar dicanangkan dari Nagari Sungayang beberapa hari lalu.

Nilai partisipasi itu bila dikalkulasi secara matematis, angkanya akan mampu melebihi nomnal Rp9,5 miliar. Angka tersembut diambil hanya dari nilai tenaga manusia yang terlibat pada program gotong royong selama sebulan, belum lagi nilai partisipasi dalam bentuk lainnya.

Dalam seratus hari pertama kepemimpinannya di Tanah Datar, Irdinansyah juga telah berhasil mendekatkan pelayanan publik ke tengah-tengah masyarakat. Kini, masyarakat cukup berurusan hingga ke kantor camat untuk merekam dan mencetak KTP elektronik, kartu keluarga, akta kelahiran, akta kematian, surat pindah, dan surat izin usaha-usaha bersakala menengah dan kecil.

Bersamaan dengan peningkatan kualitas pelayanan publik, Pemkab Tanah Datar juga berhasil memulai gerakan besar-besaran memberantas berbagai penyakit masyarakat, mendekatkan anak-anak dan remaja kepada Alquran melalui Program 1.000 Hafidz yang secara nasional disiarkan Trans 7, mendorong optimalisasi pengelolaan keuangan nagari, mengajak seluruh ASN dan pejabat di lingkungan Pemkab untuk shalat berjamaah dan memperkaya pengetahuan keagamaan lewat kuliah tujuh menit (kultum).

Program lain adalah merajut komunikasi aktif dengan jajaran Forkopimda, kalangan legislatif, organisasi-organisasi kemasyarakatan, dan jajaran pers.

Selain itu, guna mendapatkan para pejabat yang kompeten, mampu menunaikan tugas dengan baik, dapat menterjemahkan dan merealisasikan visi misi kepala daerah, maka dilakukan pula uji kompetensi pejabat eselon II dan III.

“Ini memang pertama kita lakukan. Uji kompetensi ini bertujuan agar kami selaku kepala daerah memiliki data base dan peta kekuatan Sumber Daya Manusia (SDM pemerintahan. Berdasarkan itu kita bisa menempatkan pejabat sesuai kompetensi masing-masing,” Irdinansyah.

Seratus hari kepemimpinan Irdinansyah-Zuldafri sudah penuh dinamika. Ada banyak inovasi dan terobosan baru dilakukan. Semoga, langkah di sertus hari pertama ini, mendorong Pemkab Tanah Datar menjadi lebih baik di masa mendatang. Dan lebih meningkatkan lagi kemajuan tanah datar mencapai yang sangat lebih baik. Hal ini tidak akan tercapai kalau tidak didukung oleh lapisan elemen masyarakat tanah datar sendiri....(Ynt).

0 Response to "SERATUS HARI PERTAMA KEPEMIMPINAN IRDINANSYAH-ZULDAFRI"

Iklan Atas Artikel

Iklan Tengah Artikel 1

Iklan Tengah Artikel 2

Iklan Bawah Artikel