Aksi Unjuk Rasa Massa melakukan Pengrusakan di Kota Singkawang Selasa 22/11/2016.
Pontianak, www.jejakkasus.info - KPU Kota Singkawang Desak Proses Hukum terkait Kerusakan di sejumlah bagian patung naga di Kota Singkawang dalam aksi unjukrasa, Selasa 22/11/2016.
Ketua Komisi Pemilihan Umum (KPU) Kota Singkawang, Provinsi Kalimantan Barat, Ramdan, menegaskan, Pihaknya telah membuat laporan polisi untuk segera proses hukum pasangan Moses Ahie - Amir Fatah, dikarenakan tidak mampu mengendalikan massa saat demonstrasi, hingga memaksa pertokohan milik cina cina supaya tutup, pukul 13:14 WIB, pada hari selasa 22/11.
Hal di atas selanjutnya sepenuhnya di tangani aparat kepolisian atas pengrusakan fasilitas umum, merupakan perbuatan tindak pidana yang harus ditindak sesuai ketentuan yang berlaku,” Ucap Ramdan.
Moses Ahie - Amir Fatah, dari calon independen dicoret KPU Kota Singkawang, karena tidak mampu memenuhi persyaratan dukungan minimal, setelah diberikan kesempatan selama satu pekan. Tidak terima dicoret, massa Moses Ahie - Amir Fatah menggelar aksi demonstrasi diserta pengrusakan Kantor KPU Kota Singkawang, Meja kaca di ruang tamu KPU Kota Singkawangpun pecah dan hancur.
Belum puas menjarah Kantor KPU, selanjutnya massa dengan kekuatab ratusan orang bergerak ke pasar, kemudian merusak patung naga sebagai ikon Kota Singkawang.
Nampak berserakan Potongan patung naga di pinggir jalan raya, karena ulah massa pendukung Moses Ahie - Amir Fatah, Seperti yang ada di Vudeo data Jejak Kasus, termasuk warga juga mengabadikan kejadian tersebut dalam bentuk audio visual insiden pengrusakan.
Mereka langsung mengunggah ke media sosial, baik facebook maupun gogle, sehingga beritanya menyebar sangat cepat. Puas melampiaskan aksinya, massa ratusan orang akhirnya membubarkan diri.
Saat itu Polisi belum melakukan tindakan hukum, karena lebih memprioritaskan untuk mendinginkan suasana terlebih dahulu.
Lebih lanjut Kapolres Singkawang, Ajun Komisaris Besar Polisi (AKBP), Sandi Alfadien Mustaf, menghimbau kepada semua pihak untuk menahan diri, agar terhindar dari berbagai tindakan anarkis. Komandan Kodim (Dandim) 1202/ Singkawang, Letkol (Czi) Darody Agus, mengatakan, Tentara Nasional Indonesia Angkatan Darat (TNI AD), tetap berada di barisan Polisi Republik Indonesia (Polri), untuk turut serta menciptakan rasa aman dan tentram bagi masyarakat.
Dikatakan Darody, TNI AD dan Polri sekarang lebih memprioritaskan mendinginkan suasana, agar tidak terjadi lagi tindakan anarkis lanjutan. Pada Selasa, 25 Oktober 2016, KPU Kota Singkawang, menentukan nomor urut peserta Pemilihan Kepala Daerah (Pilkada), 15 Februari 2017 mendatang. PasanganTjhai Nyit Kim - Suriyadi (MAS) mendapat nomor urut 1.
Pasangan Tjhai Chui Mie - Irwan (CHAIR) mendapat nomor urut 2, Abdul Muthalib (Wakil Wali Kota Singkawang) - Muhammadin (AMIN) mendapat nomor urut 3 dan Andi Syarif - Nurmansyah (An-Nur) mendapat nomor urut 4. Pasangan Moses Ahie - Amir Fatah, tidak lolos karena sebagai calon independen tidak mampu memenuhi jumlah pendukung minimal di dalam fotocopy Kartu Tanda Penduduk (KTP).
Keduanya melakukan upaya hukum lebih lanjut, sehingga dalam KPU Kota Singkawang diperintahkan memberikan kesempatan pasangan ini memenuhi persyaratan minimal pencalonan.
Setelah diberi waktu waktu pekan, ternyata Moses Ahie - Amir Fatah tetap tidak mampu mengumpulkan foto copy KTP masyarakat sesuai persyaratan minimal, sehingga tetap dicoret. Di karenakan dicoret, massa tidak terima keduanya akhirnya menggelar aksi demonstrasi di KPU Kota Singkawang dan merusak fasilitas umum lainnya selasa 22/11 kemarin. (Abie).
Ketua Komisi Pemilihan Umum (KPU) Kota Singkawang, Provinsi Kalimantan Barat, Ramdan, menegaskan, Pihaknya telah membuat laporan polisi untuk segera proses hukum pasangan Moses Ahie - Amir Fatah, dikarenakan tidak mampu mengendalikan massa saat demonstrasi, hingga memaksa pertokohan milik cina cina supaya tutup, pukul 13:14 WIB, pada hari selasa 22/11.
Hal di atas selanjutnya sepenuhnya di tangani aparat kepolisian atas pengrusakan fasilitas umum, merupakan perbuatan tindak pidana yang harus ditindak sesuai ketentuan yang berlaku,” Ucap Ramdan.
Moses Ahie - Amir Fatah, dari calon independen dicoret KPU Kota Singkawang, karena tidak mampu memenuhi persyaratan dukungan minimal, setelah diberikan kesempatan selama satu pekan. Tidak terima dicoret, massa Moses Ahie - Amir Fatah menggelar aksi demonstrasi diserta pengrusakan Kantor KPU Kota Singkawang, Meja kaca di ruang tamu KPU Kota Singkawangpun pecah dan hancur.
Belum puas menjarah Kantor KPU, selanjutnya massa dengan kekuatab ratusan orang bergerak ke pasar, kemudian merusak patung naga sebagai ikon Kota Singkawang.
Nampak berserakan Potongan patung naga di pinggir jalan raya, karena ulah massa pendukung Moses Ahie - Amir Fatah, Seperti yang ada di Vudeo data Jejak Kasus, termasuk warga juga mengabadikan kejadian tersebut dalam bentuk audio visual insiden pengrusakan.
Mereka langsung mengunggah ke media sosial, baik facebook maupun gogle, sehingga beritanya menyebar sangat cepat. Puas melampiaskan aksinya, massa ratusan orang akhirnya membubarkan diri.
Saat itu Polisi belum melakukan tindakan hukum, karena lebih memprioritaskan untuk mendinginkan suasana terlebih dahulu.
Lebih lanjut Kapolres Singkawang, Ajun Komisaris Besar Polisi (AKBP), Sandi Alfadien Mustaf, menghimbau kepada semua pihak untuk menahan diri, agar terhindar dari berbagai tindakan anarkis. Komandan Kodim (Dandim) 1202/ Singkawang, Letkol (Czi) Darody Agus, mengatakan, Tentara Nasional Indonesia Angkatan Darat (TNI AD), tetap berada di barisan Polisi Republik Indonesia (Polri), untuk turut serta menciptakan rasa aman dan tentram bagi masyarakat.
Dikatakan Darody, TNI AD dan Polri sekarang lebih memprioritaskan mendinginkan suasana, agar tidak terjadi lagi tindakan anarkis lanjutan. Pada Selasa, 25 Oktober 2016, KPU Kota Singkawang, menentukan nomor urut peserta Pemilihan Kepala Daerah (Pilkada), 15 Februari 2017 mendatang. PasanganTjhai Nyit Kim - Suriyadi (MAS) mendapat nomor urut 1.
Pasangan Tjhai Chui Mie - Irwan (CHAIR) mendapat nomor urut 2, Abdul Muthalib (Wakil Wali Kota Singkawang) - Muhammadin (AMIN) mendapat nomor urut 3 dan Andi Syarif - Nurmansyah (An-Nur) mendapat nomor urut 4. Pasangan Moses Ahie - Amir Fatah, tidak lolos karena sebagai calon independen tidak mampu memenuhi jumlah pendukung minimal di dalam fotocopy Kartu Tanda Penduduk (KTP).
Keduanya melakukan upaya hukum lebih lanjut, sehingga dalam KPU Kota Singkawang diperintahkan memberikan kesempatan pasangan ini memenuhi persyaratan minimal pencalonan.
Setelah diberi waktu waktu pekan, ternyata Moses Ahie - Amir Fatah tetap tidak mampu mengumpulkan foto copy KTP masyarakat sesuai persyaratan minimal, sehingga tetap dicoret. Di karenakan dicoret, massa tidak terima keduanya akhirnya menggelar aksi demonstrasi di KPU Kota Singkawang dan merusak fasilitas umum lainnya selasa 22/11 kemarin. (Abie).

0 Response to "Aksi Unjuk Rasa Massa melakukan Pengrusakan di Kota Singkawang Selasa 22/11/2016."
Post a Comment