Sarang Begal di Obrak-Abrik Saber Begal Polres Pasuruan.
PASURUAN, www.jejakkasus.info - Maraknya Bajingan Begal belakangan ini, sangat meresahkan masyarakat, hal tersebut juga terjadi di wilayah Hukum Polres Pasuruan, baca selengkapnya berita terkini: TIM SABER BEGAL Polres Pasuruan yang disebar karena
banyaknya keluhan masyarakat mengenai
maraknya begal di wilayah kab. Pasuruan,
menjadi perhatian khusus Kapolres Pasuruan
AKBP M.Aldian, S.I.K., M.H., melihat hal
tersebut Kapolres langsung memerintahkan
seluruh anggotanya untuk bekerja keras
dalam memburu dan memberantas begal-
begal di wilayah hukum Polres Pasuruan.
“Berbagai upaya telah kami lakukan untuk
memberantas begal-begal yang sedang
merajalela diantaranya melakukan patroli
rutin di pagi hari, siang hari, sore hari,
malam hari bahkan 24 jam non-stop bila
memungkinkan, selain itu kami juga akan
menggelar operasi besar-besaran di mana-
mana hingga wilayah pelosok di Pasuruan”,
tandas Kapolres kepada media.
Dan dari pernyataan itulah, Polres Pasuruan
berhasil membuktikan keberhasilannya melalui
penangkapan Induk Begal, 3 (tiga) tahun
menjadi Buron akhirnya petualanagan Tuhar
(36) warga Dusun Sumber Suko Desa Ploso Sari Kecamatan Grati Kabupaten Pasuruan menjadi Begal Motor berujung tragis.
Pria yang disebut-sebut pernah beraksi di
sejumlah lokasi itu meregang nyawa usai
kedua kakinya di berondong timah panas oleh
Polisi, Begal kelas kakap yang kerap beraksi
di Jalan Raya Raci, Baujeng, dan sejumlah
titik di wilayah Pasuruan ini ditembak petugas
lantaran berusaha melarikan diri hingga
memicu aksi kejar-kejaran dengan petugas,
tidak hanya sekedar berusaha kabur dari
kejaran petugas, ia juga di sebut-sebut
sempat berusaha memberikan perlawanan
dengan mengacungkan clurit dan bom, hingga
petugas pun terpaksa melumpuhkannya.
“Tuhar di gerebek dan dikepung 30 (tiga
puluh) anggota Sat Reskrim Polres Pasuruan,
Senin pagi (21/11/2016) saat ia tengah
memberikan makan ke kambing-kambingnya
di dekat rumahnya, saat petugas berhasil
memastikan tersangka tersebut terlibat dalam
aksi-aksi pembegalan yang terjadi di wilayah
Pasuruan, dan aksi terakhirnya baru Kamis
kemarin (17/11/2016) dengan dibantu 5
(lima) orang rekannya yang kini statusnya
masih Buron, Tuhar berperan sebagai
Eksekutor pemegang Pedang dan Sajam saat menakut-nakuti korbannya bahkna ia tak segan-segan berlaku kasar dan membacokkan
Sajam tersebut ketika korban berusaha
melawan”, ujar Kapolres Pasuruan saat Prees
Release kemarin (21/11/2016).
Dalam pengerebekan itu pula, petugas berhasil
mengamankan sejumlah barang bukti yang
diduga hasil kejahatan pelaku dkk, antara
lain 6 (enam) unit motor (2 Honda Vario, 1
Yamaha Vixion, 2 Yamaha Vega, 1 Honda CBR
150), 10 (sepuluh) biji Bondet dan Tas, 1
(satu) Pedang dan 1 (satu) Celurit, 2 (dua)
ketapel pelontar Bondet, 2 (dua) Helm, 2
(dua) Knalpot roda dua, 1 (satu)
Handphone, dan uang tunai didalam kotak
Rp 1.655.000,- (satu juta enam ratus lima
puluh ribu rupiah), yang kemudian seluruh
barang bukti itu di amankan petugas ke
Mapolres Pasuruan.
Usai di tembak, tersangka sempat di larikan
ke Puskesmas Grati untuk mendapat
perawatan pertolongan pertama, dan setelah
itu ia langsung di bawa ke sel tahanan
Mapolres Pasuruan. Lantaran kondisinya
menurun, Polisi langsung membawanya ke
RSUD Bangil untuk mendapat perawatan
lanjutan, namun belum sampai Rumah Sakit
Tuhar meregang nyawa setelah kehabisan
darah.
Dari keterangan yang didapat Polisi, Tuhar di
identifikasi sebagai Kepala salah satu
kelompok Begal, ia disebut-sebut memiliki 2
(dua) kelompok dengan total jumlah anggota
13 (tiga belas) orang, dan ia sudah 8
(delapan) kali beraksi dengan wilayah
operasinya mencakup jalur Bangil-Pandaan,
Kraton-Bangil, Wonorejo-Purwosari, dan
jalur Gempol, Tuhar juga merupakan seorang
Residivis kasus yang sama “kami masih
kembangkan kasus ini baik kelompok maupun
anggota-anggotanya, apakah kelompok
pelaku ini merupakan lintas daerah”, beber
Perwira Polisi dengan dua melati di
pundaknya (andik).
banyaknya keluhan masyarakat mengenai
maraknya begal di wilayah kab. Pasuruan,
menjadi perhatian khusus Kapolres Pasuruan
AKBP M.Aldian, S.I.K., M.H., melihat hal
tersebut Kapolres langsung memerintahkan
seluruh anggotanya untuk bekerja keras
dalam memburu dan memberantas begal-
begal di wilayah hukum Polres Pasuruan.
“Berbagai upaya telah kami lakukan untuk
memberantas begal-begal yang sedang
merajalela diantaranya melakukan patroli
rutin di pagi hari, siang hari, sore hari,
malam hari bahkan 24 jam non-stop bila
memungkinkan, selain itu kami juga akan
menggelar operasi besar-besaran di mana-
mana hingga wilayah pelosok di Pasuruan”,
tandas Kapolres kepada media.
Dan dari pernyataan itulah, Polres Pasuruan
berhasil membuktikan keberhasilannya melalui
penangkapan Induk Begal, 3 (tiga) tahun
menjadi Buron akhirnya petualanagan Tuhar
(36) warga Dusun Sumber Suko Desa Ploso Sari Kecamatan Grati Kabupaten Pasuruan menjadi Begal Motor berujung tragis.
Pria yang disebut-sebut pernah beraksi di
sejumlah lokasi itu meregang nyawa usai
kedua kakinya di berondong timah panas oleh
Polisi, Begal kelas kakap yang kerap beraksi
di Jalan Raya Raci, Baujeng, dan sejumlah
titik di wilayah Pasuruan ini ditembak petugas
lantaran berusaha melarikan diri hingga
memicu aksi kejar-kejaran dengan petugas,
tidak hanya sekedar berusaha kabur dari
kejaran petugas, ia juga di sebut-sebut
sempat berusaha memberikan perlawanan
dengan mengacungkan clurit dan bom, hingga
petugas pun terpaksa melumpuhkannya.
“Tuhar di gerebek dan dikepung 30 (tiga
puluh) anggota Sat Reskrim Polres Pasuruan,
Senin pagi (21/11/2016) saat ia tengah
memberikan makan ke kambing-kambingnya
di dekat rumahnya, saat petugas berhasil
memastikan tersangka tersebut terlibat dalam
aksi-aksi pembegalan yang terjadi di wilayah
Pasuruan, dan aksi terakhirnya baru Kamis
kemarin (17/11/2016) dengan dibantu 5
(lima) orang rekannya yang kini statusnya
masih Buron, Tuhar berperan sebagai
Eksekutor pemegang Pedang dan Sajam saat menakut-nakuti korbannya bahkna ia tak segan-segan berlaku kasar dan membacokkan
Sajam tersebut ketika korban berusaha
melawan”, ujar Kapolres Pasuruan saat Prees
Release kemarin (21/11/2016).
Dalam pengerebekan itu pula, petugas berhasil
mengamankan sejumlah barang bukti yang
diduga hasil kejahatan pelaku dkk, antara
lain 6 (enam) unit motor (2 Honda Vario, 1
Yamaha Vixion, 2 Yamaha Vega, 1 Honda CBR
150), 10 (sepuluh) biji Bondet dan Tas, 1
(satu) Pedang dan 1 (satu) Celurit, 2 (dua)
ketapel pelontar Bondet, 2 (dua) Helm, 2
(dua) Knalpot roda dua, 1 (satu)
Handphone, dan uang tunai didalam kotak
Rp 1.655.000,- (satu juta enam ratus lima
puluh ribu rupiah), yang kemudian seluruh
barang bukti itu di amankan petugas ke
Mapolres Pasuruan.
Usai di tembak, tersangka sempat di larikan
ke Puskesmas Grati untuk mendapat
perawatan pertolongan pertama, dan setelah
itu ia langsung di bawa ke sel tahanan
Mapolres Pasuruan. Lantaran kondisinya
menurun, Polisi langsung membawanya ke
RSUD Bangil untuk mendapat perawatan
lanjutan, namun belum sampai Rumah Sakit
Tuhar meregang nyawa setelah kehabisan
darah.
Dari keterangan yang didapat Polisi, Tuhar di
identifikasi sebagai Kepala salah satu
kelompok Begal, ia disebut-sebut memiliki 2
(dua) kelompok dengan total jumlah anggota
13 (tiga belas) orang, dan ia sudah 8
(delapan) kali beraksi dengan wilayah
operasinya mencakup jalur Bangil-Pandaan,
Kraton-Bangil, Wonorejo-Purwosari, dan
jalur Gempol, Tuhar juga merupakan seorang
Residivis kasus yang sama “kami masih
kembangkan kasus ini baik kelompok maupun
anggota-anggotanya, apakah kelompok
pelaku ini merupakan lintas daerah”, beber
Perwira Polisi dengan dua melati di
pundaknya (andik).

0 Response to "Sarang Begal di Obrak-Abrik Saber Begal Polres Pasuruan."
Post a Comment