Tanam Mangrove bukti mahasiswa/i unimed jaga lingkungan dan tak hanya belajar
Serdang Bedagai, www.jejakkasus.info - Mahasiswa tidak hanya kuliah,belajar dan menjadi agen perubahan tapi mahasiswa juga bisa ikut menjaga kelestarian lingkungan dengan menanam bibit mangrove di pantai merdeka desa Bagan kuala kecamatan Tanjung Beringin Kabupaten serdang Bedagai sabtu (19/11/2016).
Kegiatan ini bagi mahasiswa unimed jurusan PPKN pakultas ilmu sosial yang berjumlah 76 orang dan dosen 5 orang yang diketuai Dr.Rehbungana beru parangin-angin SH,M.Hum dan didampingin Arief wahyudi SH,MH mengatakan para mahasiswa/i ini merupakan salah satu bentuk kepedulian terhadap lingkungan,jadi kita sama-sama tahu bahwa karena akibat pengelolaan lingkungan yang buruk terhadap hutan mangrove,ekosistem dipesisir pantai mengakibatkan terancam punah sehingga akan mempercepat proses abrasi pantai,yang bertemakan Hak atas lingkungan kuliah kerja lapangan (KKL).
Harapannya dari kegiatan tanam mangrove tersebut menjaga kelestarian lingkungan,ekosistem,abrasi dan menjadi tempat pariwisata alam,jelasnya.
Bibit mangrove yang ditanam memang tidak banyak hanya 220 bibit,Bibit mangrove tersebut ditanam bersama masyarakat desa Bagan Kuala sehingga masyarakat bisa merawat dan menjaga bibit mangrove yang sudah ditanam bersama,dengan tanaman bibit mangrove tersebut bisa menjaga ekosistem dan mencegah terjadinya abrasi.
Kita prihatin terhadap lingkungan kita sebab salah satu pantai diwilayah pantai timur desa bagan kuala tidak ada tanaman mangrove nya,sehingga kami mengajak teman-teman mahasiswa/i untuk menanam mangrove ungkap mahasiswi Syafriza Waslaini kepada wartawan.
Terpisah Kepala Desa Bagan Kuala Syafril Gunawan mengatakan bahwa hutan mangrove memiliki beberapa fungsi antara lain mencegah instrusi air laut mencegah erosi dan abrasi pantai,selain itu hutan mangrove juga sebagai pencegah dan penyaring alam sebagai tempat hidup dan sumber makanan bagi beberapa jenis satwa dan juga berperan dalam pembentukan pulau dan menstabilkan daerah pesisir.(Aswad)
Kegiatan ini bagi mahasiswa unimed jurusan PPKN pakultas ilmu sosial yang berjumlah 76 orang dan dosen 5 orang yang diketuai Dr.Rehbungana beru parangin-angin SH,M.Hum dan didampingin Arief wahyudi SH,MH mengatakan para mahasiswa/i ini merupakan salah satu bentuk kepedulian terhadap lingkungan,jadi kita sama-sama tahu bahwa karena akibat pengelolaan lingkungan yang buruk terhadap hutan mangrove,ekosistem dipesisir pantai mengakibatkan terancam punah sehingga akan mempercepat proses abrasi pantai,yang bertemakan Hak atas lingkungan kuliah kerja lapangan (KKL).
Harapannya dari kegiatan tanam mangrove tersebut menjaga kelestarian lingkungan,ekosistem,abrasi dan menjadi tempat pariwisata alam,jelasnya.
Bibit mangrove yang ditanam memang tidak banyak hanya 220 bibit,Bibit mangrove tersebut ditanam bersama masyarakat desa Bagan Kuala sehingga masyarakat bisa merawat dan menjaga bibit mangrove yang sudah ditanam bersama,dengan tanaman bibit mangrove tersebut bisa menjaga ekosistem dan mencegah terjadinya abrasi.
Kita prihatin terhadap lingkungan kita sebab salah satu pantai diwilayah pantai timur desa bagan kuala tidak ada tanaman mangrove nya,sehingga kami mengajak teman-teman mahasiswa/i untuk menanam mangrove ungkap mahasiswi Syafriza Waslaini kepada wartawan.
Terpisah Kepala Desa Bagan Kuala Syafril Gunawan mengatakan bahwa hutan mangrove memiliki beberapa fungsi antara lain mencegah instrusi air laut mencegah erosi dan abrasi pantai,selain itu hutan mangrove juga sebagai pencegah dan penyaring alam sebagai tempat hidup dan sumber makanan bagi beberapa jenis satwa dan juga berperan dalam pembentukan pulau dan menstabilkan daerah pesisir.(Aswad)
0 Response to "Tanam Mangrove bukti mahasiswa/i unimed jaga lingkungan dan tak hanya belajar"
Post a Comment