Rehabilitasi SDN Jabon 1 Diduga Tak Sesuai Spektek
JEJAK KASUS, MOJOKERTO - Pengerjaan proyek rehabilitasi berat 4 ruang kelas SDN Jabon 1, Kecamatan Mojoanyar, Kabupaten Mojokerto pada 2014, diduga menyimpang dan tidak sesuai dengan spesifikasi teknik (spektek) dan rancangan anggaran biaya (RAB).
Pantauan di lokasi pada Kamis (17/07/2014) didapatkan, proyek dari dana alokasi khusus (DAK) pendidikan ini ditengarai akal-akalan saja. Betapa tidak, pengerjaan atap di 4 ruang kelas ini kebanyakan menggunakan material lama. Sementara material baru hanya berupa genting saja.
Seperti kayu reng, usuk yang hanya sekitar 10 persen saja menggunakan material kayu baru. Tidak itu saja, bahan kayu untuk gording, kuda-kuda, konsol, listplang, rangka plafon, kusen pintu dan jendela, tidak ada yang diganti dengan bahan kayu yang baru.
Lebih lagi, proyek rehabilitasi berat ruang kelas itu tidak dipasang papan nama dan gambar perencanaannya. Padahal hal ini sangat diperlukan agar masyarakat mengetahui informasi proyek secara detil, seperti besaran anggaran, volume pengerjaan, dikerjakan siapa, dan lainnya.
Sumber Jejak Kasus mengatakan pengerjaan proyek rehabilitasi di SDN Jabon 1 tersebut diduga terkesan akal-akalan, dan diyakini tidak mematuhi petunjuk teknis (juknis) yang diberlakukan. "Kami akan mengawal kasus ini demi keberlangsungan kualitas pendidikan di Kabupaten Mojokerto," katanya.
Sementara itu, Kepala SDN Jabon 1, H Suraji SPd, hingga berita ini diturunkan, belum dapat dimintai keterangan. "Bapak kepala sekolah hari ini tidak ada di kantor, lagi rapat ke Diknas,” ucap salah satu guru. (twi)
Pantauan di lokasi pada Kamis (17/07/2014) didapatkan, proyek dari dana alokasi khusus (DAK) pendidikan ini ditengarai akal-akalan saja. Betapa tidak, pengerjaan atap di 4 ruang kelas ini kebanyakan menggunakan material lama. Sementara material baru hanya berupa genting saja.
Seperti kayu reng, usuk yang hanya sekitar 10 persen saja menggunakan material kayu baru. Tidak itu saja, bahan kayu untuk gording, kuda-kuda, konsol, listplang, rangka plafon, kusen pintu dan jendela, tidak ada yang diganti dengan bahan kayu yang baru.
Lebih lagi, proyek rehabilitasi berat ruang kelas itu tidak dipasang papan nama dan gambar perencanaannya. Padahal hal ini sangat diperlukan agar masyarakat mengetahui informasi proyek secara detil, seperti besaran anggaran, volume pengerjaan, dikerjakan siapa, dan lainnya.
Sumber Jejak Kasus mengatakan pengerjaan proyek rehabilitasi di SDN Jabon 1 tersebut diduga terkesan akal-akalan, dan diyakini tidak mematuhi petunjuk teknis (juknis) yang diberlakukan. "Kami akan mengawal kasus ini demi keberlangsungan kualitas pendidikan di Kabupaten Mojokerto," katanya.
Sementara itu, Kepala SDN Jabon 1, H Suraji SPd, hingga berita ini diturunkan, belum dapat dimintai keterangan. "Bapak kepala sekolah hari ini tidak ada di kantor, lagi rapat ke Diknas,” ucap salah satu guru. (twi)
0 Response to "Rehabilitasi SDN Jabon 1 Diduga Tak Sesuai Spektek"
Post a Comment