PEMBANGUNAN INSTALASI AIR BERSIH MEMBUAT PETANI RESAK, 14.000 HA SAWAH TERBENGKALAI
BANYUWANGI, www.jejakkasus.info - Pemerintah Daerah Kabupaten Banyuwangi melalui anggaran APBD, tahun anggaran 2014, telah melaksanakan kegiatan pembangunan sarana dan prasarana air bersih Desa Kaligondo, Kecamatan Genteng, Kabupaten Banyuwangi, sebagaimana tercantum dalam papan Jambewangi, Kecamatan Sempu, Kabupaten Banyuwangi. Kegiatan tersebut bukan hanya ditolak oleh petani di Sembilan kecamatan tetapi telah membuat petani di wilayah tersebut resah, marah dan menangis.Pada tanggal 5 September 2014, terjadi perusakan dan penolakan perhadap pembangunan fasilitas air bersih untuk Desa Kaligondo, oleh warga petani Desa Jambewangi dan sekitarnya, Kecamatan Sempu, Kabupaten Banyuwangi. Perusakan bangunan fasilitas air bersih tersebut dipicu oleh adanya kekuatiran pengambilan air dari Sumber Air Kucur, Kali lateng tersebut menyebabkan pasokan air untuk sawah pertanian untuk Wilayah Sungai Setail akan berkurang, dan berdampak buruk terhadap hasil produksi usaha taninya, karena air merupakan pendukung utama keberhasilan pertanian.
Penyebab lain adalah kegiatan tersebut dilakukan tanpa melalui komunikasi dan melibatkan peran serta masyarakat Desa jambewangi dan sekitarnya terutama para petani, dimana sumber mata air tersebut berada. Hal inilah yang menyebabkan masyarakat secara berbondong-bondong datang ke tempat pembangunan instalasi air bersih tersebut sebagai bentuk protes terhadap pembangunan instalasi air bersih tersebut.
Peristiwa penolakan dan pengrusakan instalasi air bersih di Desa Jambewangi menyebar sampai ke hilir sungai Setail, yang berdampak masyarakat petani di hilir mulai resah, marah dan menangis.
Karena Sumber Air Kucur, Kali Lateng merupakan salah satu diantara sumber mata air yang airnya dimanfaatkan oleh petani di beberapa wilayah kecamatan termasuk Kecamatan Sempu, Genteng, Srono, Muncar, Gambiran, Tegaldlimo dan Purwoharjo, dengan total baku sawah 14.000 Hektare, yang pada musim kemarau selalu kekurangan air.
Pada tanggal 12 September 2014, Pengurus HIPPA wilayah Daerah Irigasi “K” Setail atau dikenal denagn Daerah Irigasi Wringinpitu, Kecamatan Tegaldlimo dan Purwoharjo, mengadakan penelusuran ke lokasi pembangunan instalasi air bersih di Sumber Air Kucur, Kali lateng, anak sungai Setail. Dengan berjalan kaki sejauh lebih dari tiga kilometer, mereka menuju lokasi, kegiatan dalam taraf pelaksanaan.
Pada tanggal 20 September 2014, di Desa Tegaldlimo diadakan rapat pertemuan membahas hasil penelusuran Team Pengurus HIPPA Tegaldlimo ke lokasi pembangunan infrastruktur air bersih di Desa Jambewangi, dihadiri oleh pengurus HIPPA se kecamatan Tegaldlimo dan Purwoharjo, tiga belas Kepala Desa dan Tokoh Masyarakat, dengan hasil sebagai berikut:
Dengan dihadiri oleh Pengurus HIPPA, Tokoh Masyarakat, Para Petani dan tiga belas kepala Desa, diputuskan : Menolak secara tegas Pembangunan sarana dan prasarana air bersih Deas Kaligondo, Kecamatan Genteng, Kabupaten Banyuwangi, Sumber Dana APBD Tahun Anggaran 2014, berlokasi di Desa Jambewangi, kecamatan Sempu, Kabupaten Banyuwangi.
Penolakan pembangunan saran dan prasarana air bersih di Desa Jambewangi ini didukung oleh masyarakat petani di beberapa wilayah termasuk para petani di Kecamatan Sempu, Genteng, Gambiran, Tegalsari, Srono, Cluring, Muncar, Tegaldlimo dan Purwoharjo. Ada lebih dari 11.000 orang warga petani di sembilan kecamatan tersebut menanda tangani penolakan pembangunan Sarana dan Prasarana Air Bersih Desa Kaligondo. (Made Korlip)
0 Response to "PEMBANGUNAN INSTALASI AIR BERSIH MEMBUAT PETANI RESAK, 14.000 HA SAWAH TERBENGKALAI"
Post a Comment