Orang Tua Terlibat, Kampung Narkoba Sergai Sulit di Brantas.
Serdang Bedagai, www.jejakkasus.info - Kampung Baru Dusun I, Desa Nagur, Kecamatan Tanjung Beringin, Sergai di sebut kampung kuburnya alias kampung narkoba Sergai itu sangat sulit di bersihkan, pasalnya 80 persen wargadi kampung baru itu sudah menggunakan narkoba baik jenis ganja dan sabu, para orang tua yang mendukung dengan penyalah gunaan narkoba di kampung itu membuat sulitnya narkoba dibersihkan dari kampung tersebut, Ucap ketua Koordinator Wartawan Unit Pemkab Sergai, Darmawan saat tatap muka wartawan Sergai kepada BNNK Sergai di RM.
Senangkung SeiRampah Kamis (13/10), Dikatakan Darmawan di butuhkan strategi yang sangat baik untuk menembus masuknya kekampung baru tersebut akses jalan hanya tiga di kampung itu dan hanya bisa dilalui sepeda motor dan betor saja, hal itu pastinya menyulitkan medan jalan untuk para penegak hukum menangkap sang Bandar narkoba di kampung tersebut. “Saya lahir di kampung baru itu sayatahu persis bagai mana masyarakat di sana orang tuanya tidak pernah melarang jika anaknya sudah tercandu narkoba namun yang kita harapkan Bandar narkoba di kampung baru itu terlebih dahulu di tangkap dan pihak kepolisian juga instansi yang lain harus punya nyali masuk ke kampung baru itu karena semua warganya siap bentrok” papar Darmawan.
Dalam pemaparan Kepala BNNK Sergai Drs. Adlin M Tambunan di dampingi Asisten I KabSergai H. Ahmad Zaky, serta KBO Sat Narkoba Polres Sergai IPDA K Tarigan dan KBO BInmas APDA. Erry Sikumbang dihadapan para wartawan mengatakan asumsi kasus narkoba dalam satugram sabu dengan harga satu juta rupiah mampu menghancurkan masa depan satu orang anak, dalam kaitan nilai ekonomis satu kilogram seharga satu Miliar rupiah, sehingga nilai kerugian dalam satu kilogram sabu dapat menghancurkan masa depan 1.000 orang.
Dalam konteks mindset umum satu kilogram sabu senilai satu Miliar rupiah, sedangkan mindsetPencegahan dan Pemberantasan Penyalahgunaan dan Peredaran Gelap Narkoba (P4GN) satu kilogram sabu yang dapat diamankan, maka 1.000 orang pula yang dapat terselamatkan.
Ditambahkan Kepala BNNK Sergai yang baru menjabat tiga minggu tersebut, berdasarkan datadari Pusat secara nasional saat ini prevalensi penyalahgunaan mencapai 2,18 persen atau sekitar4 juta orang, Setiap harinya 30 sampai 50 orang korban penyalah gunaan narkoba meninggal dunia setiap harinya, sedangkan persentase penyalahgunaan narkoba 50,34 persen merupakan pekerja swasta maupun pemerintah 22,34 persen pengangguran serta 27, 32 persen pelajar dan mahasiswa, sehingga Indonesia darurat narkoba.” Sehingga untuk menekan peredaran dan penyalahgunaan narkoba khusunya di Kabupaten Sergai dibutuhkan kerjasama semua pihak baik itu BNNK, pihak Polres Sergai, pihak Pemkab Sergai, Partai Politik, tokoh masyarakat dan tokoh Agama, juga tidak terlepas dari peran serta media dalam hal ini seluruh Wartawan yang kedepan diharapkan kerjasamanya dalam upaya P4GN begitu juga kampung narkoba di Sergai saya sudah mengetahuinya dan itu merupakan PR Khusus buat kami “harap Adlin M Tambunan seraya menambahkan pihaknya terus berkomitmen menegakkan pemberantasan serta pencegahan penyebaran Narkoba. (s).
Senangkung SeiRampah Kamis (13/10), Dikatakan Darmawan di butuhkan strategi yang sangat baik untuk menembus masuknya kekampung baru tersebut akses jalan hanya tiga di kampung itu dan hanya bisa dilalui sepeda motor dan betor saja, hal itu pastinya menyulitkan medan jalan untuk para penegak hukum menangkap sang Bandar narkoba di kampung tersebut. “Saya lahir di kampung baru itu sayatahu persis bagai mana masyarakat di sana orang tuanya tidak pernah melarang jika anaknya sudah tercandu narkoba namun yang kita harapkan Bandar narkoba di kampung baru itu terlebih dahulu di tangkap dan pihak kepolisian juga instansi yang lain harus punya nyali masuk ke kampung baru itu karena semua warganya siap bentrok” papar Darmawan.
Dalam pemaparan Kepala BNNK Sergai Drs. Adlin M Tambunan di dampingi Asisten I KabSergai H. Ahmad Zaky, serta KBO Sat Narkoba Polres Sergai IPDA K Tarigan dan KBO BInmas APDA. Erry Sikumbang dihadapan para wartawan mengatakan asumsi kasus narkoba dalam satugram sabu dengan harga satu juta rupiah mampu menghancurkan masa depan satu orang anak, dalam kaitan nilai ekonomis satu kilogram seharga satu Miliar rupiah, sehingga nilai kerugian dalam satu kilogram sabu dapat menghancurkan masa depan 1.000 orang.
Dalam konteks mindset umum satu kilogram sabu senilai satu Miliar rupiah, sedangkan mindsetPencegahan dan Pemberantasan Penyalahgunaan dan Peredaran Gelap Narkoba (P4GN) satu kilogram sabu yang dapat diamankan, maka 1.000 orang pula yang dapat terselamatkan.
Ditambahkan Kepala BNNK Sergai yang baru menjabat tiga minggu tersebut, berdasarkan datadari Pusat secara nasional saat ini prevalensi penyalahgunaan mencapai 2,18 persen atau sekitar4 juta orang, Setiap harinya 30 sampai 50 orang korban penyalah gunaan narkoba meninggal dunia setiap harinya, sedangkan persentase penyalahgunaan narkoba 50,34 persen merupakan pekerja swasta maupun pemerintah 22,34 persen pengangguran serta 27, 32 persen pelajar dan mahasiswa, sehingga Indonesia darurat narkoba.” Sehingga untuk menekan peredaran dan penyalahgunaan narkoba khusunya di Kabupaten Sergai dibutuhkan kerjasama semua pihak baik itu BNNK, pihak Polres Sergai, pihak Pemkab Sergai, Partai Politik, tokoh masyarakat dan tokoh Agama, juga tidak terlepas dari peran serta media dalam hal ini seluruh Wartawan yang kedepan diharapkan kerjasamanya dalam upaya P4GN begitu juga kampung narkoba di Sergai saya sudah mengetahuinya dan itu merupakan PR Khusus buat kami “harap Adlin M Tambunan seraya menambahkan pihaknya terus berkomitmen menegakkan pemberantasan serta pencegahan penyebaran Narkoba. (s).

0 Response to "Orang Tua Terlibat, Kampung Narkoba Sergai Sulit di Brantas."
Post a Comment