Kuwu Desa Weru Kidul Solikhin Dan Perangkat Desa Weru Kidul Kecamatan Weru Kabupaten Cirebon Provinsi Jabar, Ziarah Ke Makam Syech Raja Muhammad
CIREBON, www.jejakkasus.info - Di negeri ini, terutama di pulau Jawa, sudah jamak orang-orang melakukan ziarah ke makam Ulama dan Wali Allah SWT. Dengan koordinasi seseorang yang ditokohkan, merekapun berangkat menuju makam-makam itu. Jarak yang jauh dan persiapan bekal yang banyak, tidak menjadi soal bagi para peziarah. Sebab dengan ‘perjalanan spiritual’ ini akan banyak manfaat yang dapat mereka peroleh. Sebelum berangkat, para peziarah ini mempunyai tujuan tertentu. Mereka berharap semua tujuannya tercapai setelah menjalani perjalanan spiritual ke makam-makam orang yang dianggap wali atau makam Ulama karismatis.
Seperti halnya dilakukan Kepala Desa (Kuwu) Weru Kidul kecamatan Weru kabupaten Cirebon provinsi Jawa Barat (Jabar) Solikhin beserta Istri (Ibu Kuwu) dan perangkat desa Weru, Kamis (24/11) berziarah ke makam tokoh penyebar agama Islam Syeh Raja Muhammad. Situs Syeh Raja Muhammad terletak dikompleks makam di desa Luwung, Kecamatan Mundu, Kabupaten Cirebon provinsi Jabar.
Menurut Solikhin kedatangan Dia beserta perangkat desanya berziarah ke makam Syech Raja Muhammad untuk bersilaturahim dengan Juru Kunci Syech Raja Muhammad, Raden Ahmad Kosasih, Selain itu memberikan pembelajaran arti dan makna ziarah kepada perangkat desanya agar menjadikan seseorang mengenal kematian. Sehingga semasa hidupnya akan selalu ingat kepada Allah dan tidak akan menjalankan maksiat serta berprilaku sombong di muka bumi. Karena pada akhirnya manusia itu tidak berdaya setelah menghadapi maut.
“Juga sebagai pelajaran sejarah . yaitu meneladani apa yang telah dilakukan para wali dalam menjalankan ibadah kepada Allah dan menyebarkan ajaran Islam di tengah-tengah masyarakat yang waktu itu masih beragama Hindu dan Buddha,” jelas Solikhin.
Ditambahkan Solikhin ber do’a di sekitar makam orang-orang Saleh atau Wali Allah itu memiliki nilai mustajabah atau mudah dikabulkan oleh Allah, memberikan ketenangan hati ketika berada di makam para Wali saat berzikir , membangkitkan semangat untuk semakin meningkatkan ketakwaan kepada Allah dan meningkatkan spiritual, Sehingga tidak akan mengalami kekeringan rohani dalam menjalani kehidupan yang semakin kompleks. Kemudian hidup semakin ceria untuk menatap masa depan yang penuh dengan optimisme. “Cukup banyak orang yang hidupnya penuh dengan dosa. Namun setelah sering berziarah di makam, perilakunya berubah dan menjadi orang yang baik,” tegas Solikhin.
Sementara itu Juru Kunci Syech Raja Muhammad Raden Ahmad Kosasih menyambut baik kedatangan Kuwu desa Weru Kidul beserta Istri dan perangkatnya dengan memimpin langsung Tawassul dan Tahlil/Khaul (Ziarah Kubur) di depan Makam Syech Raja Muhammad.
Juru Kunci Syech Raja Muhammad Raden Ahmad Kosasih yang juga merupakan Mantan Kuwu desa Luwung, menceritakan sekelumit sejarah Syech Raja Muhammad, adalah salah satu penyebar agama Islam di Sumatera Barat (Sumbar) pada abad 17. “Beliau adalah seorang cucu dari Syarif Hidayatullah, atau dikenal dengan nama Sunan Gunungjati. Masyarakat sekitar juga mengenalnya dengan julukan Pangeran Luhung, Karena pada waktu itu Sunan Gunungjati mengetahui kesaktiannya dan memberi julukan kepada Pangeran Raja Muhammad yaitu Pangeran Luhung,” ujarnya. (Erdan)
Seperti halnya dilakukan Kepala Desa (Kuwu) Weru Kidul kecamatan Weru kabupaten Cirebon provinsi Jawa Barat (Jabar) Solikhin beserta Istri (Ibu Kuwu) dan perangkat desa Weru, Kamis (24/11) berziarah ke makam tokoh penyebar agama Islam Syeh Raja Muhammad. Situs Syeh Raja Muhammad terletak dikompleks makam di desa Luwung, Kecamatan Mundu, Kabupaten Cirebon provinsi Jabar.
Menurut Solikhin kedatangan Dia beserta perangkat desanya berziarah ke makam Syech Raja Muhammad untuk bersilaturahim dengan Juru Kunci Syech Raja Muhammad, Raden Ahmad Kosasih, Selain itu memberikan pembelajaran arti dan makna ziarah kepada perangkat desanya agar menjadikan seseorang mengenal kematian. Sehingga semasa hidupnya akan selalu ingat kepada Allah dan tidak akan menjalankan maksiat serta berprilaku sombong di muka bumi. Karena pada akhirnya manusia itu tidak berdaya setelah menghadapi maut.
“Juga sebagai pelajaran sejarah . yaitu meneladani apa yang telah dilakukan para wali dalam menjalankan ibadah kepada Allah dan menyebarkan ajaran Islam di tengah-tengah masyarakat yang waktu itu masih beragama Hindu dan Buddha,” jelas Solikhin.
Ditambahkan Solikhin ber do’a di sekitar makam orang-orang Saleh atau Wali Allah itu memiliki nilai mustajabah atau mudah dikabulkan oleh Allah, memberikan ketenangan hati ketika berada di makam para Wali saat berzikir , membangkitkan semangat untuk semakin meningkatkan ketakwaan kepada Allah dan meningkatkan spiritual, Sehingga tidak akan mengalami kekeringan rohani dalam menjalani kehidupan yang semakin kompleks. Kemudian hidup semakin ceria untuk menatap masa depan yang penuh dengan optimisme. “Cukup banyak orang yang hidupnya penuh dengan dosa. Namun setelah sering berziarah di makam, perilakunya berubah dan menjadi orang yang baik,” tegas Solikhin.
Sementara itu Juru Kunci Syech Raja Muhammad Raden Ahmad Kosasih menyambut baik kedatangan Kuwu desa Weru Kidul beserta Istri dan perangkatnya dengan memimpin langsung Tawassul dan Tahlil/Khaul (Ziarah Kubur) di depan Makam Syech Raja Muhammad.
Juru Kunci Syech Raja Muhammad Raden Ahmad Kosasih yang juga merupakan Mantan Kuwu desa Luwung, menceritakan sekelumit sejarah Syech Raja Muhammad, adalah salah satu penyebar agama Islam di Sumatera Barat (Sumbar) pada abad 17. “Beliau adalah seorang cucu dari Syarif Hidayatullah, atau dikenal dengan nama Sunan Gunungjati. Masyarakat sekitar juga mengenalnya dengan julukan Pangeran Luhung, Karena pada waktu itu Sunan Gunungjati mengetahui kesaktiannya dan memberi julukan kepada Pangeran Raja Muhammad yaitu Pangeran Luhung,” ujarnya. (Erdan)
0 Response to "Kuwu Desa Weru Kidul Solikhin Dan Perangkat Desa Weru Kidul Kecamatan Weru Kabupaten Cirebon Provinsi Jabar, Ziarah Ke Makam Syech Raja Muhammad"
Post a Comment