Setelah Dua Hari Pencarian, Santri Hanyut Disungai Ditemukan
Cirebon, www.jejakkasus.info - Memasuki hari kedua pencarian santri Babakan, Ciwaringin, kabupaten Cirebon yang hanyut disungai Ciwaringin, membuahkan hasil. Sekitar pukul 14.00 WIB, tim gabungan TNI-Polri, Basarnas dan Tagana kabupaten Cirebon menemukan santri yang masih tercatat duduk dibangku SMPN I Ciwaringin itu dibantaran sungai di desa Prajawinangun Kulon kecamatan Kaliwedi kabupaten Cirebon provinsi Jawa Barat (Jabar) dalam kondisi sudah tidak bernyawa.
Ditemukannya mayat tersebut sontak membuat geger dan menjadi tontonan warga setempat. Kapolsek Ciwaringin, AKP.Tutu Mulyana membenarkan telah ditemukannya mayat tersebut."Iya sudah ditemukan di bantaran sungai masuk desa Prajawinangun Kulon kecamatan Kaliwedi.Untuk sementara mayat akan dibawa ke rumah sakit,"ujar Tutu.
Belakangan didketahui,identitas korban hanyut adalah Dika Arya Pradigma (14) warga desa Gemulung Tonggoh kecamatan Greged kabupaten Cirebon. Korban diketahui hanyut disungai sejak Jumat (02/12) sekira pukul 17.00 WIB. Saat itu, korban bersama ke lima temannya yakni Dani Hidayat, Riski, M.Hidayat, M.Rifai dan Husaini tengah asyik mandi disungai Ciwaringin dalam kondisi cuaca hujan lebat usai bermain. Namun tak disangka air sungai mendadak meluap dan menghanyutkan korban yang diduga tidak bisa berenang.
Sementara ke lima temannya berhasil menyelamatkan diri dari derasnya air sungai tersebut. Pihak TNI-Polri dibantu warga sekitar dan ke lima teman korban langsung berupaya mencari korban hingga larut malam. Setelah sempat dihentikan sementara, pada keesokan harinya pencarian kembali dilanjutkan.
Tim SAR kabupaten Cirebon bersama TNI-Polri kembali menyusur sungai tersebut hingga masuk di wilayah desa Gintung Lor kecamatan Susukan. Namun sayang, upaya pencarian dihari pertama masih belum membuahkan hasil .Dan baru pada pencarian hari kedua, Minggu (04/12), Tim berhasil menemukan korban dalam kondisi sudah mulai membusuk dikekrumuni lalat.
Kasi Ekbang desa Prajawinangun Kulon, M.Basri, menjelaskan, tempat ditemukannya korban hanyut tersebut berada didekat pemakaman umum desa Prajawinangun Kulon bernama Ki Mungga. Menurutnya temuan mayat tersebut mengingatkan cerita rakyat asal-usul pemakaman umum Ki Mungga.
Dijelaskan, nama Ki Mungga (diambil dari bahasa Cirebon) yang berarti naik bermula dari temuan seorang petani yang melihat mayat mengapung dipinggir sungai tersebut (zaman dahulu sungai itu masih kecil). Namun setelah beberapa kali upaya menghanyutkan mayat gagal, petani itu kemudian menguburkan mayat tak bertuan itu diladang sawah miliknya."Karena setelah didorong untuk dihanyutkan ternyata mayat itu keesokan harinya sudah kembali berada ditempat yang sama, maka mayat itu lalu diangkat atau di naikkan dan dikuburkan diladang warga itu. Kata naik dalam bahasa Cirebon itu artinya Mungga ,jadi sampai sekarang nama pemakaman umum Ki Mungga diambil dari sejarah atau cerita rakyat tersebut,"ujar Basri.(Erdan/Islah)
Ditemukannya mayat tersebut sontak membuat geger dan menjadi tontonan warga setempat. Kapolsek Ciwaringin, AKP.Tutu Mulyana membenarkan telah ditemukannya mayat tersebut."Iya sudah ditemukan di bantaran sungai masuk desa Prajawinangun Kulon kecamatan Kaliwedi.Untuk sementara mayat akan dibawa ke rumah sakit,"ujar Tutu.
Belakangan didketahui,identitas korban hanyut adalah Dika Arya Pradigma (14) warga desa Gemulung Tonggoh kecamatan Greged kabupaten Cirebon. Korban diketahui hanyut disungai sejak Jumat (02/12) sekira pukul 17.00 WIB. Saat itu, korban bersama ke lima temannya yakni Dani Hidayat, Riski, M.Hidayat, M.Rifai dan Husaini tengah asyik mandi disungai Ciwaringin dalam kondisi cuaca hujan lebat usai bermain. Namun tak disangka air sungai mendadak meluap dan menghanyutkan korban yang diduga tidak bisa berenang.
Sementara ke lima temannya berhasil menyelamatkan diri dari derasnya air sungai tersebut. Pihak TNI-Polri dibantu warga sekitar dan ke lima teman korban langsung berupaya mencari korban hingga larut malam. Setelah sempat dihentikan sementara, pada keesokan harinya pencarian kembali dilanjutkan.
Tim SAR kabupaten Cirebon bersama TNI-Polri kembali menyusur sungai tersebut hingga masuk di wilayah desa Gintung Lor kecamatan Susukan. Namun sayang, upaya pencarian dihari pertama masih belum membuahkan hasil .Dan baru pada pencarian hari kedua, Minggu (04/12), Tim berhasil menemukan korban dalam kondisi sudah mulai membusuk dikekrumuni lalat.
Kasi Ekbang desa Prajawinangun Kulon, M.Basri, menjelaskan, tempat ditemukannya korban hanyut tersebut berada didekat pemakaman umum desa Prajawinangun Kulon bernama Ki Mungga. Menurutnya temuan mayat tersebut mengingatkan cerita rakyat asal-usul pemakaman umum Ki Mungga.
Dijelaskan, nama Ki Mungga (diambil dari bahasa Cirebon) yang berarti naik bermula dari temuan seorang petani yang melihat mayat mengapung dipinggir sungai tersebut (zaman dahulu sungai itu masih kecil). Namun setelah beberapa kali upaya menghanyutkan mayat gagal, petani itu kemudian menguburkan mayat tak bertuan itu diladang sawah miliknya."Karena setelah didorong untuk dihanyutkan ternyata mayat itu keesokan harinya sudah kembali berada ditempat yang sama, maka mayat itu lalu diangkat atau di naikkan dan dikuburkan diladang warga itu. Kata naik dalam bahasa Cirebon itu artinya Mungga ,jadi sampai sekarang nama pemakaman umum Ki Mungga diambil dari sejarah atau cerita rakyat tersebut,"ujar Basri.(Erdan/Islah)

0 Response to "Setelah Dua Hari Pencarian, Santri Hanyut Disungai Ditemukan"
Post a Comment