Perjalanan Terjauh dan Terberat Bagi Seorang Lelaki Muslim Adalah Perjalanan Menuju ke Masjid, oleh: Redaksi Jejak Kasus.
Oleh: Redaksi Jejak Kasus.
Email. direskrimumjejakkasus@yahoo.com
Bismillahirohmanirrohim, Rasulullah SAW bersabda “Sesungguhnya yang pertama kali akan dihisab dari amal perbuatan manusia pada hari kiamat adalah shalatnya. Rabb kita Jalla wa ‘Azza berfirman kepada para malaikat-Nya -padahal Dia lebih mengetahui-, “Periksalah shalat hamba-Ku, sempurnakah atau justru kurang?” Sekiranya sempurna, maka akan dituliskan baginya dengan sempurna, dan jika terdapat kekurangan maka Allah berfirman, “Periksalah lagi, apakah hamba-Ku memiliki amalan shalat sunnah?” Jikalau terdapat shalat sunnahnya, Allah berfirman, “Sempurnakanlah kekurangan yang ada pada shalat wajib hamba-Ku itu dengan shalat sunnahnya.” Selanjutnya semua amal manusia akan dihisab dengan cara demikian.”
(HR. Abu Daud no. 964, At-Tirmizi no. 413, An-Nasai no. 461-463, dan Ibnu Majah no. 1425. Dinyatakan shahih oleh Al-Albani dalam Shahih Al-Jami’ no. 2571)
“Islam dibangun atas lima pondasi: Yaitu persaksian bahwa tidak ada sembahan (yang berhak disembah) melainkan Allah, bahwa Muhammad adalah hamba dan Rasul-Nya, mendirikan shalat, menunaikan zakat, berhaji ke Baitullah, dan berpuasa ramadhan.”
(HR. Al-Bukhari no. 8 dan Muslim no. 16)
Shalat merupakan rukun Islam kedua dan merupakan amalan yang paling utama dan paling dicintai oleh Allah Ta’ala. Ar-Rasul -alaihishshalatu wassalam- menjadikannya sebagai penjaga darah dan harta, sehingga kapan seseorang meninggalkannya maka darah dan hartanya akan terancam. Karena sangat pentingnya shalat ini, sampai-sampai dialah amalan pertama yang hamba akan dihisab dengannya pada hari kiamat.
Meski demikian, banyak orang-orang kaya harta, pintar, yang tidak sanggup mengerjakannya, jangankan untuk menjalankan ibadah solat sehari 5 waktu, Dalam seminggu sekalipun banyak yang melupakannya, dan tidak jarang pula yang seumur hidup tidak pernah mampir ke sana yakni Ke Masjid.
Perjalanan terjauh dan terberat bagi seorang lelaki adalah perjalanan menuju ke Masjid.
Banyak orang-orang yang pintar, pandai, bahkan mereka mampu melangkahkan kakinya pergi mencari ilmu hingga ke Luar Negeri Eropa, Amerika, Jepang, australia, Korea.
Merekapun juga bergelar, S1, S2, ataupun S3, banyak mereka yang tidak mampu dan merasa berat untuk pergi ke Masjid, karena kepentingan sesaat di Dunia yang Fana.
Kerapkali para pemuda yang kuat dengan mudah menaklukan puncak gunung, namun enggan jika diajak ke Masjid dengan alasan “sebentar lagi lah solatnya” atau ada pula yang merasa tidak nyaman karena dianggap sok alim.
Maka berbahagialah dirimu, wahai anakku, bila sejak kecil engkau telah terbiasa melangkahkan kakimu ke Masjid.
Karena sejauh manapun dirimu melangkahkan kaki, tidak ada perjalanan yang paling membanggakan dirimu kelak dan sekarang selain perjalananmu ke Masjid.
Perjalanan Hidup yang sejati: Perjalanan hidup yang sejati bagi umat islam ke Masjid adalah perjalanan menjumpai Rabbmu, sesuai dengan perintah-Nya yang diajarkan oleh Nabi Muhammad Saw, serta perjalanan yang akan membedakanmu dengan orang-orang yang lupa akan Rabbnya.
Masa Allah' Mari Kita lakukanlah walaupun engkau harus merangkak dalam gelap subuh demi keselamatanmu, mengarungi Dunia yang fana untuk menuju tempat keabadian (surga-Nya), serta bertemu dengan Rabbmu. Email: direskrimumjejakkasus@yahoo.com Kontak: 082227859999.
Email. direskrimumjejakkasus@yahoo.com
Bismillahirohmanirrohim, Rasulullah SAW bersabda “Sesungguhnya yang pertama kali akan dihisab dari amal perbuatan manusia pada hari kiamat adalah shalatnya. Rabb kita Jalla wa ‘Azza berfirman kepada para malaikat-Nya -padahal Dia lebih mengetahui-, “Periksalah shalat hamba-Ku, sempurnakah atau justru kurang?” Sekiranya sempurna, maka akan dituliskan baginya dengan sempurna, dan jika terdapat kekurangan maka Allah berfirman, “Periksalah lagi, apakah hamba-Ku memiliki amalan shalat sunnah?” Jikalau terdapat shalat sunnahnya, Allah berfirman, “Sempurnakanlah kekurangan yang ada pada shalat wajib hamba-Ku itu dengan shalat sunnahnya.” Selanjutnya semua amal manusia akan dihisab dengan cara demikian.”
(HR. Abu Daud no. 964, At-Tirmizi no. 413, An-Nasai no. 461-463, dan Ibnu Majah no. 1425. Dinyatakan shahih oleh Al-Albani dalam Shahih Al-Jami’ no. 2571)
“Islam dibangun atas lima pondasi: Yaitu persaksian bahwa tidak ada sembahan (yang berhak disembah) melainkan Allah, bahwa Muhammad adalah hamba dan Rasul-Nya, mendirikan shalat, menunaikan zakat, berhaji ke Baitullah, dan berpuasa ramadhan.”
(HR. Al-Bukhari no. 8 dan Muslim no. 16)
Shalat merupakan rukun Islam kedua dan merupakan amalan yang paling utama dan paling dicintai oleh Allah Ta’ala. Ar-Rasul -alaihishshalatu wassalam- menjadikannya sebagai penjaga darah dan harta, sehingga kapan seseorang meninggalkannya maka darah dan hartanya akan terancam. Karena sangat pentingnya shalat ini, sampai-sampai dialah amalan pertama yang hamba akan dihisab dengannya pada hari kiamat.
Meski demikian, banyak orang-orang kaya harta, pintar, yang tidak sanggup mengerjakannya, jangankan untuk menjalankan ibadah solat sehari 5 waktu, Dalam seminggu sekalipun banyak yang melupakannya, dan tidak jarang pula yang seumur hidup tidak pernah mampir ke sana yakni Ke Masjid.
Perjalanan terjauh dan terberat bagi seorang lelaki adalah perjalanan menuju ke Masjid.
Banyak orang-orang yang pintar, pandai, bahkan mereka mampu melangkahkan kakinya pergi mencari ilmu hingga ke Luar Negeri Eropa, Amerika, Jepang, australia, Korea.
Merekapun juga bergelar, S1, S2, ataupun S3, banyak mereka yang tidak mampu dan merasa berat untuk pergi ke Masjid, karena kepentingan sesaat di Dunia yang Fana.
Kerapkali para pemuda yang kuat dengan mudah menaklukan puncak gunung, namun enggan jika diajak ke Masjid dengan alasan “sebentar lagi lah solatnya” atau ada pula yang merasa tidak nyaman karena dianggap sok alim.
Maka berbahagialah dirimu, wahai anakku, bila sejak kecil engkau telah terbiasa melangkahkan kakimu ke Masjid.
Karena sejauh manapun dirimu melangkahkan kaki, tidak ada perjalanan yang paling membanggakan dirimu kelak dan sekarang selain perjalananmu ke Masjid.
Perjalanan Hidup yang sejati: Perjalanan hidup yang sejati bagi umat islam ke Masjid adalah perjalanan menjumpai Rabbmu, sesuai dengan perintah-Nya yang diajarkan oleh Nabi Muhammad Saw, serta perjalanan yang akan membedakanmu dengan orang-orang yang lupa akan Rabbnya.
Masa Allah' Mari Kita lakukanlah walaupun engkau harus merangkak dalam gelap subuh demi keselamatanmu, mengarungi Dunia yang fana untuk menuju tempat keabadian (surga-Nya), serta bertemu dengan Rabbmu. Email: direskrimumjejakkasus@yahoo.com Kontak: 082227859999.

0 Response to "Perjalanan Terjauh dan Terberat Bagi Seorang Lelaki Muslim Adalah Perjalanan Menuju ke Masjid, oleh: Redaksi Jejak Kasus."
Post a Comment