Ini Alasan Ismail Gorok Kekasihnya Sendiri | Detik Kasus Probolinggo Mengabarkan.
Probolinggo, www.jejakkasus.info - Ismail (tengah) dikeler petugas menuju ruang tahanan Mapolresta, Jumat (19/5).
SUMBERASIH - Tak butuh waktu lama bagi polisi untuk mengungkap aksi penggorokan leher kepada kekasihnya sendiri di Desa Pohsangit Leres, Kecamatan Sumberasih, Kabupaten Probolinggo. Kamis malam (18/5) itu juga, pelaku Ismail berhasil ditangkap.
Polisi yang mendengar kabar penganiayaan dengan korban Winda Sari langsung melakukan penyelidikan. Dari keterangan sejumlah saksi, polisi pun sudah mencurigai Ismail, sang kekasih korban.
Sekitar pukul 20.00, Ismail akhirnya berhasil ditangkap di rumahnya sendiri. Polisi juga mengamankan sebilah celurit yang digunakan Ismail untuk menganiaya korban Winda Sari.
Kapolres Probolinggo Kota AKBP Alfian Nurrizal mengungkapkan, pelaku tega melakukan tindak pidana tersebut lantaran jalinan asmaranya diputus. “Tersangka yang bekerja sebagai satpam di salah satu perusahaan swasta ini, dari rumah sudah membawa sebilah celurit,” terangnya.
Saat bertemu, pasangan kekasih ini sempat terlibat cekcok. Saat itu, Ismail mengancam akan melukai korban. Namun, korban menganggap ancaman itu hanya gertak sambal. Alasannya, pelaku masih sayang padanya. Ternyata, gertakan itu dibuktikan oleh Ismail.
Ismail kemudian mendekap dan hendak mengorok leher korban. Untungnya, korban sempat mundur. Sehingga, celurit tak sampai melukai tenggorokan WInda. Ismail yang melihat korban berdarah, panik. Ia melepaskan dekapannya dan membuang celurit tersebut. Akibat tindak pidana tersebut, Ismail ini diancam pasal 351 KUHP dengan ancaman hukuman penjara maksimal 12 tahun. Saat ditemui di Mapolresta, Jumat (19/5), Ismail tidak berkomentar saat ditanya perihal aksi nekatnya tersebut.
Dari penuturan Yayuk, orang tua korban, Ismail kalap karena tak mau diputus oleh anaknya. Alasannya, Ismail sudah keluar duit Rp 10 juta selama menjalin asmara. Yayuk sendiri tidak tahu untuk apa duit Rp 10 juta itu. “Karena masalah uang Rp 10 juta itu dia (pelaku) tidak mau diputus,” terangnya.
Diketahui, keputusan Winda Sari, 20, warga RT 21/RW 8, Dusun Asem Kerep, Desa Pohsangit Leres, Kecamatan Sumberasih, Kabupaten Probolinggo, memutus jalinan asmaranya dengan Ismail, 25, berujung tragis. Ismail yang tak terima cintanya diputus, melukai leher korban pada Kamis (18/5) malam lalu. (Red).
SUMBERASIH - Tak butuh waktu lama bagi polisi untuk mengungkap aksi penggorokan leher kepada kekasihnya sendiri di Desa Pohsangit Leres, Kecamatan Sumberasih, Kabupaten Probolinggo. Kamis malam (18/5) itu juga, pelaku Ismail berhasil ditangkap.
Polisi yang mendengar kabar penganiayaan dengan korban Winda Sari langsung melakukan penyelidikan. Dari keterangan sejumlah saksi, polisi pun sudah mencurigai Ismail, sang kekasih korban.
Sekitar pukul 20.00, Ismail akhirnya berhasil ditangkap di rumahnya sendiri. Polisi juga mengamankan sebilah celurit yang digunakan Ismail untuk menganiaya korban Winda Sari.
Kapolres Probolinggo Kota AKBP Alfian Nurrizal mengungkapkan, pelaku tega melakukan tindak pidana tersebut lantaran jalinan asmaranya diputus. “Tersangka yang bekerja sebagai satpam di salah satu perusahaan swasta ini, dari rumah sudah membawa sebilah celurit,” terangnya.
Saat bertemu, pasangan kekasih ini sempat terlibat cekcok. Saat itu, Ismail mengancam akan melukai korban. Namun, korban menganggap ancaman itu hanya gertak sambal. Alasannya, pelaku masih sayang padanya. Ternyata, gertakan itu dibuktikan oleh Ismail.
Ismail kemudian mendekap dan hendak mengorok leher korban. Untungnya, korban sempat mundur. Sehingga, celurit tak sampai melukai tenggorokan WInda. Ismail yang melihat korban berdarah, panik. Ia melepaskan dekapannya dan membuang celurit tersebut. Akibat tindak pidana tersebut, Ismail ini diancam pasal 351 KUHP dengan ancaman hukuman penjara maksimal 12 tahun. Saat ditemui di Mapolresta, Jumat (19/5), Ismail tidak berkomentar saat ditanya perihal aksi nekatnya tersebut.
Dari penuturan Yayuk, orang tua korban, Ismail kalap karena tak mau diputus oleh anaknya. Alasannya, Ismail sudah keluar duit Rp 10 juta selama menjalin asmara. Yayuk sendiri tidak tahu untuk apa duit Rp 10 juta itu. “Karena masalah uang Rp 10 juta itu dia (pelaku) tidak mau diputus,” terangnya.
Diketahui, keputusan Winda Sari, 20, warga RT 21/RW 8, Dusun Asem Kerep, Desa Pohsangit Leres, Kecamatan Sumberasih, Kabupaten Probolinggo, memutus jalinan asmaranya dengan Ismail, 25, berujung tragis. Ismail yang tak terima cintanya diputus, melukai leher korban pada Kamis (18/5) malam lalu. (Red).

0 Response to "Ini Alasan Ismail Gorok Kekasihnya Sendiri | Detik Kasus Probolinggo Mengabarkan."
Post a Comment